Shapefile (SHP) Cekungan Sedimen Indonesia – Data Resmi ESDM

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi sumber daya energi yang sangat besar, khususnya dalam sektor minyak dan gas bumi (migas). Salah satu komponen penting dalam eksplorasi migas adalah pemahaman terhadap cekungan sedimen, yaitu wilayah geologi tempat akumulasi sedimen yang berpotensi menjadi perangkap hidrokarbon.

Untuk mendukung kebutuhan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merilis dataset shapefile (SHP) cekungan sedimen Indonesia versi terbaru tahun 2022. Dataset ini merupakan pembaruan dari versi sebelumnya dan menjadi referensi resmi bagi para profesional di bidang geologi, geofisika, GIS, serta industri energi.



Apa Itu Shapefile Cekungan Sedimen?

Shapefile (SHP) adalah format data geospasial berbasis vektor yang digunakan untuk menyimpan lokasi, bentuk, dan atribut geografis. Dalam konteks ini, shapefile cekungan sedimen Indonesia berisi:

  • Poligon wilayah cekungan
  • Informasi atribut terkait geologi dan status eksplorasi
  • Klasifikasi potensi hidrokarbon

Data ini memungkinkan pengguna untuk:

  • Memvisualisasikan distribusi cekungan sedimen di Indonesia
  • Melakukan analisis spasial berbasis wilayah
  • Mengintegrasikan dengan data lain seperti topografi, geologi regional, dan infrastruktur

Sumber Data: ESDM 2022

Dataset ini merupakan hasil kompilasi dan pembaruan dari Kementerian ESDM tahun 2022 yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua.

Pembaruan ini mencerminkan:

  • Penambahan data eksplorasi terbaru
  • Revisi status cekungan
  • Integrasi data geologi dan geofisika terbaru

Dengan demikian, dataset ini menjadi salah satu referensi paling valid dan mutakhir untuk analisis cekungan sedimen di Indonesia.


Struktur Data Shapefile

Berdasarkan tabel atribut yang Anda lampirkan, berikut adalah penjelasan struktur data dalam shapefile ini:

1. Field Utama

FID

  • Unique ID untuk setiap fitur (polygon)
  • Digunakan sebagai identifier internal dalam GIS

Shape

  • Tipe geometri (Polygon ZM)
  • Menunjukkan bahwa data memiliki dimensi:
    • X (longitude)
    • Y (latitude)
    • Z (elevasi)
    • M (measure)

2. Informasi Identitas Cekungan

fid_1 / objectid

  • ID tambahan untuk pengelolaan data
  • Biasanya digunakan dalam database relasional

name

  • Nama cekungan sedimen
  • Contoh: Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bengkulu

basin_id

  • Kode unik cekungan
  • Berguna untuk klasifikasi dan integrasi data

basin_name

  • Nama cekungan (duplikasi dari field name dengan format berbeda) 

3. Status Eksplorasi (stat2022)

Field ini sangat penting karena menunjukkan tingkat kematangan eksplorasi:

  • Discovery basin → sudah ditemukan hidrokarbon
  • Producing basin → sudah berproduksi
  • Prospect basin → memiliki indikasi hidrokarbon
  • Unexplored basin → belum dieksplorasi atau data terbatas

Contoh isi:

  • Producing basin
  • Unexplored basin with no and/or limited data available
  • Prospect basin with hydrocarbon indication

4. Klasifikasi Tektonik

tec_stat

  • Kode klasifikasi tektonik (misalnya: IA, IB, IC, dll)

tec_exp

  • Penjelasan tipe cekungan berdasarkan setting tektonik:
    • Rifting Valley Back Arc
    • Fore Arc
    • Trench
    • Intermontane Basin
    • Passive Margin

Informasi ini sangat penting untuk memahami:

  • Evolusi geologi cekungan
  • Potensi sistem petroleum

Kegunaan Data Shapefile Cekungan Sedimen

1. Eksplorasi Minyak dan Gas

Dataset ini menjadi dasar utama dalam:

  • Penentuan area prospek eksplorasi
  • Analisis sistem petroleum
  • Identifikasi cekungan yang belum tergarap

Perusahaan migas dapat menggunakan data ini untuk:

  • Mengurangi risiko eksplorasi
  • Menentukan prioritas investasi

2. Analisis Geologi Regional

Ahli geologi dapat memanfaatkan data ini untuk:

  • Studi evolusi cekungan
  • Analisis tektonik Indonesia
  • Korelasi antar cekungan

3. GIS dan Pemetaan

Bagi praktisi GIS, shapefile ini dapat digunakan untuk:

  • Pembuatan peta tematik
  • Overlay dengan data lain (DEM, landcover, dll)
  • Analisis spasial lanjutan

4. Perencanaan Infrastruktur Energi

Pemerintah dan perusahaan dapat menggunakan data ini untuk:

  • Perencanaan pembangunan fasilitas migas
  • Penentuan jalur pipa
  • Evaluasi wilayah kerja migas (WK)

5. Akademik dan Penelitian

Dataset ini sangat berguna untuk:

  • Skripsi, tesis, dan disertasi
  • Penelitian geologi dan geofisika
  • Pengembangan model eksplorasi

Tips Optimasi Penggunaan Data

  • Gunakan klasifikasi warna yang konsisten
  • Gabungkan dengan data seismik jika tersedia
  • Lakukan validasi dengan data lapangan
  • Gunakan skala peta yang sesuai (1:1.000.000 atau lebih detail)

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar