Selamat datang di website kami

Kami berkomitmen memberikan layanan yang presisi, cepat, dan berkualitas, baik untuk kebutuhan penelitian, pemetaan wilayah, pengelolaan aset, perencanaan proyek, maupun solusi data lainnya.
  • Fully Responsive

    • Solusi pembuatan peta dan analisis data yang tepat, revisi tanpa batas hingga hasil maksimal sesuai yang anda inginkan.
  • Friendly Support

    • Tim kami memberikan pendampingan ramah dan responsif mulai dari konsultasi kebutuhan hingga penyelesaian setiap proyek.
  • Maximum Results

    • Dengan metode analisis yang tepat dan peta berkualitas tinggi, kami memastikan hasil yang akurat dan efektif untuk mendukung keputusan terbaik Anda.

Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Seluruh Indonesia

Dalam proses pembangunan nasional, tata ruang memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar pengendalian pemanfaatan ruang. Setiap kegiatan pembangunan, baik sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, industri, infrastruktur, energi, maupun permukiman harus mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku.

Untuk mendukung penyelenggaraan penataan ruang secara nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Indonesia yang berisi informasi spasial mengenai pola ruang dan struktur ruang pada seluruh provinsi di Indonesia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting karena digunakan sebagai dasar dalam:

  • Penyusunan perizinan berusaha.
  • Evaluasi kesesuaian lahan.
  • Analisis investasi.
  • Perencanaan pembangunan daerah.
  • Kajian lingkungan hidup.
  • Penyusunan dokumen AMDAL.
  • Pengelolaan sumber daya alam.

Bagi perusahaan, konsultan, pemerintah, akademisi, maupun praktisi GIS, data RTRW Provinsi merupakan salah satu layer wajib dalam setiap analisis spasial yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang.

Mengapa Data RTRW Sangat Penting?

Banyak proyek gagal atau mengalami hambatan perizinan karena tidak sesuai dengan tata ruang yang berlaku.

Contohnya:

  • Tambang berada di kawasan konservasi.
  • Perkebunan berada di kawasan lindung.
  • Industri dibangun pada zona pertanian pangan.
  • Infrastruktur melewati kawasan hutan lindung.

Dengan menggunakan data RTRW sejak tahap awal perencanaan, risiko tersebut dapat diminimalkan.



Gambaran Umum Dataset RTRW Provinsi ATR/BPN

Dataset RTRW Provinsi Indonesia berisi ribuan polygon yang menggambarkan berbagai zona pemanfaatan ruang.

Berdasarkan atribut yang terlihat pada gambar, dataset ini memuat informasi seperti:

  • Nama kawasan.
  • Peruntukan ruang.
  • Provinsi.
  • Dasar hukum.
  • Kategori tata ruang.
  • Sistem klasifikasi RTRW.

Jenis Geometri:

Polygon

Setiap polygon mewakili suatu zona tata ruang tertentu.

Struktur Data Shapefile RTRW Provinsi


Insight Penting dari Data RTRW Provinsi Indonesia

1. Tata Ruang Menjadi Faktor Utama dalam Perizinan

Saat ini hampir seluruh izin berusaha wajib mengacu pada RTRW dan RDTR.

Ketidaksesuaian tata ruang dapat menyebabkan:

  • penolakan izin,
  • revisi desain proyek,
  • sengketa lahan.

2. Kawasan Lindung Masih Mendominasi Banyak Provinsi

Provinsi dengan tutupan hutan tinggi seperti:

  • Papua,
  • Papua Tengah,
  • Papua Pegunungan,
  • Papua Selatan,
  • Papua Barat,

masih memiliki porsi kawasan lindung yang sangat besar.

3. Kawasan Pertambangan Tidak Selalu Dapat Ditambang

Walaupun suatu wilayah memiliki WIUP, kegiatan pertambangan tetap harus sesuai dengan RTRW yang berlaku.

4. Kawasan Industri Terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Koridor Ekonomi Utama

Sebagian besar kawasan industri nasional berada di:

  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah

5. GIS Menjadi Alat Utama Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Saat ini hampir seluruh evaluasi tata ruang dilakukan menggunakan GIS melalui proses overlay berbagai layer spasial.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara Indonesia Update Mei 2026

Dalam industri pertambangan modern, keberhasilan eksplorasi sangat bergantung pada pemahaman kondisi geologi suatu wilayah. Salah satu data geospasial yang paling penting dalam tahap eksplorasi adalah Peta Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara. Data ini menggambarkan satuan batuan atau formasi geologi yang memiliki potensi menjadi pembawa endapan mineral maupun batubara berdasarkan sejarah geologi, litologi, umur batuan, serta lingkungan pengendapannya.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral dan Batubara Indonesia Update 19 Mei 2026. Dataset ini merupakan pembaruan terbaru yang memuat informasi spasial mengenai formasi geologi yang berasosiasi dengan berbagai komoditas tambang seperti emas, tembaga, nikel, timah, mangan, bauksit, hingga batubara.



Mengapa Dataset Ini Penting?

Dalam industri pertambangan, eksplorasi merupakan tahapan dengan biaya dan risiko tertinggi.

Sebelum melakukan:

  • Survei geologi,
  • Pemetaan detail,
  • Pengeboran eksplorasi,
  • Studi kelayakan,

Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu apakah suatu wilayah berada pada formasi geologi yang prospektif.

Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini merupakan data geospasial resmi ESDM yang menggambarkan:

  • Sebaran formasi pembawa mineral logam.
  • Sebaran formasi pembawa batubara.
  • Hubungan formasi dengan komoditas tertentu.
  • Umur geologi formasi.
  • Karakteristik batuan.
  • Klasifikasi geologi.

Jenis geometri Polygon artinya setiap objek menggambarkan batas suatu formasi geologi.

Struktur Data Shapefile Formasi Pembawa Mineral dan Batubara


Insight Penting dari Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara

1. Sebagian Besar Batubara Indonesia Berasal dari Formasi Sedimen Tersier

Formasi seperti Muaraenim dan Talangakar masih menjadi target utama industri batubara nasional.

2. Umur Geologi Menjadi Faktor Penting

Sebagian besar formasi pembawa batubara berada pada:

  • Oligosen
  • Miosen
  • Pliosen

Periode ini merupakan masa pembentukan rawa gambut purba yang kemudian berubah menjadi batubara.

3. Banyak Formasi Memiliki Potensi Multi-Komoditas

Beberapa formasi tidak hanya mengandung batubara tetapi juga:

  • emas,
  • merkuri,
  • logam dasar lainnya.

4. Data Geologi Regional Masih Menjadi Dasar Eksplorasi Modern

Meskipun teknologi eksplorasi berkembang pesat, formasi geologi tetap menjadi indikator utama dalam pencarian sumber daya mineral.

5. GIS Menjadi Kunci Eksplorasi Mineral Masa Kini

Integrasi formasi pembawa dengan:

  • citra satelit,
  • geofisika,
  • geokimia,
  • data pengeboran,

Dapat meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi secara signifikan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia. Letak Indonesia yang berada pada jalur cincin api dunia (Ring of Fire) menjadikan negara ini memiliki ribuan manifestasi panas bumi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Potensi tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan paling strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya panas bumi secara terintegrasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia yang memuat informasi spasial mengenai lokasi prospek panas bumi, tingkat sumber daya, status survei, temperatur reservoir, hingga estimasi potensi energi yang tersedia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting bagi perusahaan pengembang panas bumi, investor energi, konsultan GIS, akademisi, pemerintah daerah, hingga lembaga penelitian yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Mengapa Data Panas Bumi Sangat Penting?

Dalam konteks transisi energi nasional, panas bumi memiliki beberapa keunggulan:

Energi Terbarukan

Tidak bergantung pada bahan bakar fosil.

Energi Baseline

Mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari.

Emisi Rendah

Menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding PLTU batu bara.

Potensi Sangat Besar

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia.

Mendukung Net Zero Emission

Menjadi salah satu sumber energi utama dalam roadmap energi hijau nasional.



Gambaran Umum Dataset Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Dataset ini disediakan oleh ESDM dan memuat:

  • Lokasi prospek panas bumi
  • Status pengembangan
  • Tingkat sumber daya
  • Temperatur reservoir
  • Potensi listrik
  • Kapasitas terpasang
  • Informasi survei

Jenis geometri:

Point

Jumlah titik prospek:

Lebih dari 350 lokasi panas bumi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Panas Bumi


Insight Penting dari Dataset Panas Bumi Indonesia

1. Indonesia Masih Menyimpan Potensi Panas Bumi Sangat Besar

Sebagian besar prospek masih berada pada tahap survei dan belum dimanfaatkan secara optimal.

2. Jawa Barat Menjadi Pusat Industri Geothermal Nasional

Beberapa lapangan terbesar berada di:

  • Kamojang
  • Darajat
  • Wayang Windu
  • Gunung Salak

3. Banyak Prospek Berada pada Temperatur Tinggi

Beberapa lokasi memiliki temperatur reservoir:

  • 240°C
  • 250°C
  • 260°C
  • 280°C+

Temperatur ini sangat ideal untuk pembangkit listrik skala besar.

4. Potensi Energi Hijau Sangat Menjanjikan

Geothermal merupakan sumber energi yang dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

5. Wilayah Timur Indonesia Menjadi Frontier Baru

Prospek di:

  • NTT
  • Sulawesi
  • Maluku

Diperkirakan menjadi pusat pengembangan geothermal masa depan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update Mei 2026

Industri smelter merupakan tulang punggung program hilirisasi mineral Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sebelum diekspor atau digunakan sebagai bahan baku industri dalam negeri.

Sebagai bagian dari transparansi dan pengelolaan data sektor pertambangan nasional, ESDM merilis Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update 19 Mei 2026 yang memuat informasi spasial dan atribut lengkap mengenai lokasi smelter yang beroperasi, sedang dibangun, maupun dalam tahap pengembangan di seluruh Indonesia.

Dataset ini mencakup 53 smelter aktif dan proyek smelter nasional yang tersebar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Papua.

Gambaran Umum Dataset Peta Smelter Indonesia 2026

Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per 19 Mei 2026

Jumlah fasilitas yang tercatat 53 Smelter Nasional

Data disajikan dalam format ESRI Shapefile (.shp)

Jenis geometri Point Setiap titik mewakili lokasi fasilitas smelter di Indonesia.



Mengapa Data Smelter Penting?

Dalam era hilirisasi mineral, lokasi smelter menjadi faktor penting dalam:

  • Perencanaan investasi;
  • Pembangunan kawasan industri;
  • Analisis rantai pasok;
  • Studi kelayakan tambang;
  • Pengembangan infrastruktur logistik;
  • Perencanaan energi.

Keberadaan smelter menentukan arah pengembangan industri mineral Indonesia selama beberapa dekade ke depan.


Struktur Data Shapefile Smelter Indonesia

Berikut atribut tabel penting yang perlu anda ketahui.

1. perusahaan

Nama perusahaan pemilik atau pengelola smelter.

Contoh:

  • Bintang Smelter Indonesia
  • Cahaya Modern Metal Industri
  • Virtue Dragon Nickel Industry
  • Vale Indonesia Tbk
  • Tsingshan Steel Indonesia
  • Weda Bay Nickel
  • Freeport Indonesia

Kolom ini merupakan informasi utama dalam identifikasi fasilitas.

2. Jenis_BU

Jenis badan usaha.

Contoh:

  • PT

Kolom ini menunjukkan bentuk badan hukum perusahaan.

3. ID Perizin

Nomor identifikasi perizinan smelter.

Digunakan untuk keperluan administrasi dan pengawasan.

4. komoditas_

Kode komoditas yang diolah.

Pada dataset ini ditemukan beberapa komoditas utama seperti:

  • Nikel
  • Bauksit
  • Tembaga
  • Seng
  • Besi
  • Mangan

5. kapasitas

Kapasitas desain smelter.

Biasanya dinyatakan dalam ton per tahun.

Contoh:

  • 250.000 ton
  • 1.000.000 ton
  • 3.000.000 ton
  • 4.500.000 ton

Semakin besar kapasitas, semakin besar kemampuan pengolahan bahan baku mineral.

6. progress_p

Persentase progres pembangunan smelter.

Contoh:

  • 22%
  • 45%
  • 66%
  • 97%
  • 100%

Interpretasi:

  • 0–50% = tahap konstruksi awal
  • 50–99% = mendekati operasional
  • 100% = sudah beroperasi

7. tahun_sele

Tahun target penyelesaian proyek.

Contoh:

  • 2021
  • 2022
  • 2023

8. tahun

Tahun pembangunan atau pencatatan proyek.

9. nama_kabko

Kabupaten/Kota lokasi smelter.

Contoh:

  • Kab. Morowali
  • Kab. Konawe Selatan
  • Kab. Halmahera Tengah
  • Kab. Sanggau
  • Kab. Gresik

Kolom ini penting untuk analisis wilayah administrasi.

10. nama_provi

Nama provinsi lokasi smelter.

Contoh:

  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Kalimantan Barat
  • Jawa Timur
  • Banten 

Insight Penting dari Dataset Smelter Indonesia 2026

1. Nikel Mendominasi Industri Hilirisasi Nasional

Lebih dari separuh smelter dalam dataset merupakan fasilitas pengolahan nikel.

Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.

2. Morowali dan Halmahera Menjadi Pusat Industri Mineral Baru

Dua kawasan ini berkembang menjadi pusat industri logam terbesar di Indonesia.

3. Smelter Bauksit Terus Bertambah

Larangan ekspor bauksit mentah mendorong pembangunan fasilitas alumina baru.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Wilayah Pertambangan Indonesia Update Mei 2026

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya mineral dan batubara terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Untuk mengelola potensi tersebut secara terencana, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan berbagai wilayah pertambangan sebagai dasar pengelolaan sumber daya mineral dan batubara nasional.

Salah satu dataset geospasial yang sangat penting dalam sektor pertambangan adalah Shapefile (SHP) Wilayah Pertambangan Indonesia Update 19 Mei 2026 Resmi ESDM. Dataset ini memuat batas-batas wilayah pertambangan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya mineral nasional.

Data ini menjadi referensi utama bagi:

  • Perusahaan pertambangan
  • Investor sektor mineral dan batubara
  • Konsultan GIS
  • Akademisi
  • Pemerintah daerah
  • Kementerian dan lembaga terkait
  • Penyusun dokumen AMDAL
  • Konsultan perizinan pertambangan

Dengan menggunakan data Wilayah Pertambangan (WP), pengguna dapat memahami lokasi kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan serta melakukan berbagai analisis spasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Apa Itu Wilayah Pertambangan (WP)?

Wilayah Pertambangan (WP) adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat oleh batas administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional.

WP ditetapkan oleh pemerintah sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara sesuai dengan amanat:

  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
  • Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021
  • Peraturan Menteri ESDM terkait penetapan wilayah pertambangan


Secara sederhana, WP merupakan kawasan yang secara geologi dinilai memiliki potensi mineral atau batubara dan telah ditetapkan untuk kepentingan pengelolaan pertambangan nasional.

Perbedaan Wilayah Pertambangan dan WIUP

Banyak orang sering menyamakan WP dengan WIUP, padahal keduanya berbeda.

Wilayah Pertambangan (WP)

  • Ditetapkan oleh pemerintah.
  • Bersifat regional dan strategis.
  • Menunjukkan kawasan yang memiliki potensi mineral atau batubara.
  • Menjadi dasar penetapan wilayah izin.

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP)

  • Merupakan bagian dari WP.
  • Diberikan kepada perusahaan tertentu.
  • Memiliki batas izin yang spesifik.
  • Digunakan sebagai dasar penerbitan IUP.

Mengapa Data Wilayah Pertambangan Penting?

Dalam industri pertambangan modern, pengambilan keputusan tidak lagi hanya berdasarkan laporan geologi. Saat ini hampir seluruh proses perencanaan menggunakan pendekatan geospasial.

Data WP memiliki fungsi penting untuk:

  • Perencanaan investasi tambang
  • Kajian geologi regional
  • Penyusunan tata ruang
  • Penyusunan dokumen lingkungan
  • Analisis potensi sumber daya
  • Pengembangan hilirisasi mineral
  • Pengawasan pemanfaatan sumber daya alam

Tanpa data WP, proses identifikasi peluang usaha pertambangan akan menjadi jauh lebih sulit.

Gambaran Umum Dataset Wilayah Pertambangan Indonesia 2026

Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per tanggal:

19 Mei 2026

Format data ESRI Shapefile (.shp) jenis geometri: Polygon

Setiap polygon mewakili suatu blok atau kawasan wilayah pertambangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Struktur Data Shapefile Wilayah Pertambangan Indonesia

Berikut atribut tabel yang dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.



Jenis Wilayah Pertambangan dalam Dataset

1. Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)

WPR adalah kawasan yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk melakukan pertambangan rakyat secara legal.

Karakteristik:

  • skala kecil;
  • teknologi sederhana;
  • berbasis masyarakat lokal.

2. Wilayah Pencadangan Negara (WPN)

WPN merupakan kawasan yang dicadangkan pemerintah untuk kepentingan strategis nasional.

Biasanya berkaitan dengan:

  • mineral kritis;
  • cadangan nasional;
  • proyek strategis negara.

3. Wilayah Usaha Pertambangan Khusus (WUPK)

Merupakan wilayah yang pengelolaannya dilakukan melalui mekanisme khusus.

Biasanya terkait:

  • bekas PKP2B;
  • proyek strategis;
  • penugasan khusus pemerintah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Indonesia Update Mei 2026

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sumber daya mineral dan batubara terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya alam tersebut tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua. Untuk mengatur kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral secara legal dan berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan berbagai bentuk perizinan pertambangan yang dikenal sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Seiring meningkatnya kebutuhan akan data geospasial pertambangan yang akurat dan terintegrasi, ESDM secara berkala melakukan pembaruan database perizinan pertambangan nasional. Salah satu dataset yang paling banyak dicari oleh perusahaan tambang, investor, konsultan GIS, akademisi, maupun pemerintah daerah adalah:

Shapefile (SHP) Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Indonesia Update 19 Mei 2026 Resmi ESDM

Dataset ini memuat 8.596 izin usaha pertambangan aktif dan tercatat secara resmi hingga tanggal 19 Mei 2026, lengkap dengan informasi spasial dan atribut administratif yang sangat detail.

Mengapa Data WIUP Sangat Penting?

Sebelum melakukan investasi atau kegiatan eksplorasi, perusahaan perlu mengetahui:

  • Apakah suatu wilayah sudah memiliki izin,
  • Siapa pemegang izinnya,
  • Komoditas yang diusahakan,
  • Luas wilayah izin,
  • Masa berlaku izin,
  • Status kegiatan pertambangan.



Tanpa informasi tersebut, risiko tumpang tindih izin dan konflik lahan akan meningkat.

Karena itu, data WIUP menjadi salah satu data geospasial paling penting di sektor pertambangan Indonesia.

Gambaran Dataset WIUP Indonesia Update 19 Mei 2026

Berdasarkan data yang Anda lampirkan, dataset ini memiliki:

Jumlah Izin 8.596 WIUP

Sumber Data

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Tanggal Pembaruan 19 Mei 2026

Geometri

Polygon

Setiap polygon merepresentasikan batas resmi suatu WIUP.

Struktur Data Shapefile WIUP Indonesia

Berikut atribut tabel yang dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.



Insight Penting dari Dataset WIUP 2026

1. Jumlah Izin Pertambangan Masih Sangat Besar

Dengan total 8.596 WIUP

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan aktivitas pertambangan paling aktif di kawasan Asia Pasifik.

2. Sulawesi Menjadi Magnet Investasi Mineral Strategis

Berdasarkan tren industri saat ini:

  • Nikel,
  • Kromit,
  • Kobalt,

menjadikan Sulawesi sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan izin pertambangan tercepat.

3. Kalimantan Tetap Mendominasi Batubara

Banyak WIUP batubara masih terkonsentrasi di:

  • Kalimantan Timur,
  • Kalimantan Selatan,
  • Kalimantan Tengah.

4. Meningkatnya Izin Mineral Industri

Komoditas seperti:

  • Pasir kuarsa,
  • Batu gamping,
  • Feldspar,
  • Andesit,

semakin banyak diminati karena mendukung:

  • Pembangunan nasional,
  • Industri kaca,
  • Industri semen,
  • Industri keramik.

5. GIS Menjadi Standar Baru Industri Tambang

Saat ini hampir seluruh perusahaan pertambangan menggunakan GIS untuk:

  • Monitoring WIUP,
  • Evaluasi lahan,
  • Manajemen aset tambang,
  • Pengambilan keputusan investasi.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sebaran Titik Air Tanah Indonesia

Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, kegiatan industri, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga penyediaan air bersih perkotaan. Di Indonesia, pemanfaatan air tanah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi kawasan industri.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan berbagai data geospasial yang dapat digunakan sebagai referensi resmi. Salah satu dataset yang sangat penting adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sebaran Titik Air Tanah Indonesia

Dataset ini berisi informasi lokasi titik-titik sumber air tanah yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan informasi teknis seperti jenis sumur, kedalaman, debit air, tahun pembangunan, kondisi sumur, hingga informasi administrasi wilayah.

Bagi praktisi GIS, perusahaan pertambangan, perkebunan, konsultan lingkungan, akademisi, pemerintah daerah, maupun investor, data ini merupakan salah satu layer penting dalam berbagai analisis spasial yang berkaitan dengan ketersediaan dan pemanfaatan sumber daya air tanah.

Apa Itu Peta Sebaran Titik Air Tanah?

Peta Sebaran Titik Air Tanah adalah dataset geospasial yang menampilkan lokasi sumur atau titik pemanfaatan air tanah yang telah didata dan diinventarisasi oleh pemerintah.

Setiap titik pada peta mewakili lokasi sumber air tanah yang memiliki informasi teknis seperti:

  • Koordinat lokasi
  • Jenis sumur
  • Kedalaman sumur
  • Debit air
  • Tahun pembangunan
  • Status operasional
  • Wilayah administrasi
  • Informasi rehabilitasi
  • Informasi kelembagaan pengelola


Data ini sangat penting untuk memahami distribusi sumber air tanah dan potensi pemanfaatannya pada suatu wilayah.

Sumber Data

Dataset ini berasal dari:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

khususnya dari unit yang menangani:

  • Geologi tata lingkungan,
  • Hidrogeologi,
  • Konservasi air tanah.

Data ini merupakan salah satu referensi resmi pemerintah terkait inventarisasi sumber daya air tanah di Indonesia.



Struktur Data Shapefile Peta Sebaran Titik Air Tanah

Berikut adalah atribut tabel data yang penting untuk anda ketahui.

1. nm_jns

Jenis sumber air.

Contoh:

  • Sumur Air Tanah

Kolom ini menjelaskan tipe objek yang didata.

2. nama_balai

Nama balai wilayah sungai.

Contoh:

  • BBWS Bengawan Solo
  • BBWS Brantas

Menunjukkan wilayah pengelolaan sumber daya air.

3. nama_ws

Nama Wilayah Sungai (WS)

Contoh:

  • WS Bengawan Solo
  • WS Brantas
  • WS Bondoyudo-Bedadung

Kolom ini sangat penting dalam analisis hidrologi regional.

4. nama_das

Nama Daerah Aliran Sungai (DAS)

Menunjukkan DAS tempat sumur berada.

Digunakan untuk:

  • konservasi sumber daya air,
  • pengelolaan DAS,
  • perencanaan hidrologi.

5. koord_x

Koordinat X (Longitude)

Contoh:

111.3942

6. koord_y

Koordinat Y (Latitude)

Contoh:

-7.57956

7. jns_sumur

Jenis sumur.

Contoh:

  • JIAT
  • Air Baku

Informasi ini menunjukkan fungsi utama sumur.

8. air_bak

Informasi penggunaan sebagai sumber air baku.

Sangat penting untuk:

  • PDAM,
  • penyediaan air bersih,
  • kebutuhan domestik.

9. pjn_pipa

Panjang jaringan pipa.

Menunjukkan infrastruktur distribusi air yang terhubung dengan sumur.

10. jns_pom

Jenis pompa.

Contoh:

  • Turbin
  • Submersible

Informasi ini penting untuk analisis teknis sumur.

11. nm_sumur

Nama sumur.

Contoh:

  • SDNG 496
  • SDNG 508
  • SDBK 137

Merupakan identitas resmi sumur dalam database.

12. thn_rehab

Tahun rehabilitasi.

Menunjukkan kapan sumur terakhir diperbaiki atau ditingkatkan.

13. kelembagaan

Instansi atau kelompok pengelola.

Contoh:

  • Hippa
  • Desa

Menunjukkan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumur.

14. status

Status operasional sumur.

Digunakan untuk mengetahui apakah sumur:

  • aktif,
  • tidak aktif,
  • hibah,
  • atau status lainnya.

15. thn_buat

Tahun pembangunan sumur.

Contoh:

  • 1980
  • 1995
  • 2013
  • 2020

16. kdlm_at

Kedalaman air tanah atau kedalaman sumur.

Biasanya dinyatakan dalam meter.

Data ini sangat penting dalam analisis hidrogeologi.


Insight Penting dari Dataset Ini

1. Air Tanah Masih Menjadi Sumber Air Utama

Di banyak wilayah Indonesia, air tanah tetap menjadi sumber utama untuk:

  • rumah tangga,
  • pertanian,
  • industri.

2. Sebaran Sumur Tidak Merata

Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki jumlah sumur yang jauh lebih banyak dibanding wilayah terpencil.

3. Banyak Sumur Telah Beroperasi Puluhan Tahun

Pada dataset terlihat beberapa sumur dibangun sejak:

  • 1980-an
  • 1990-an

Hal ini menunjukkan pentingnya program rehabilitasi dan monitoring.

4. Debit Air Menjadi Faktor Kunci

Tidak semua sumur memiliki produktivitas yang sama.

Analisis debit sangat penting untuk menentukan kelayakan pemanfaatan.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: