Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, kegiatan industri, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga penyediaan air bersih perkotaan. Di Indonesia, pemanfaatan air tanah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi kawasan industri.
Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan berbagai data geospasial yang dapat digunakan sebagai referensi resmi. Salah satu dataset yang sangat penting adalah:
Shapefile (SHP) Peta Sebaran Titik Air Tanah Indonesia
Dataset ini berisi informasi lokasi titik-titik sumber air tanah yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan informasi teknis seperti jenis sumur, kedalaman, debit air, tahun pembangunan, kondisi sumur, hingga informasi administrasi wilayah.
Bagi praktisi GIS, perusahaan pertambangan, perkebunan, konsultan lingkungan, akademisi, pemerintah daerah, maupun investor, data ini merupakan salah satu layer penting dalam berbagai analisis spasial yang berkaitan dengan ketersediaan dan pemanfaatan sumber daya air tanah.
Apa Itu Peta Sebaran Titik Air Tanah?
Peta Sebaran Titik Air Tanah adalah dataset geospasial yang menampilkan lokasi sumur atau titik pemanfaatan air tanah yang telah didata dan diinventarisasi oleh pemerintah.
Setiap titik pada peta mewakili lokasi sumber air tanah yang memiliki informasi teknis seperti:
- Koordinat lokasi
- Jenis sumur
- Kedalaman sumur
- Debit air
- Tahun pembangunan
- Status operasional
- Wilayah administrasi
- Informasi rehabilitasi
- Informasi kelembagaan pengelola
Data ini sangat penting untuk memahami distribusi sumber air tanah dan potensi pemanfaatannya pada suatu wilayah.
Sumber Data
Dataset ini berasal dari:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
khususnya dari unit yang menangani:
- Geologi tata lingkungan,
- Hidrogeologi,
- Konservasi air tanah.
Data ini merupakan salah satu referensi resmi pemerintah terkait inventarisasi sumber daya air tanah di Indonesia.
Struktur Data Shapefile Peta Sebaran Titik Air Tanah
Berikut adalah atribut tabel data yang penting untuk anda ketahui.
1. nm_jns
Jenis sumber air.
Contoh:
- Sumur Air Tanah
Kolom ini menjelaskan tipe objek yang didata.
2. nama_balai
Nama balai wilayah sungai.
Contoh:
- BBWS Bengawan Solo
- BBWS Brantas
Menunjukkan wilayah pengelolaan sumber daya air.
3. nama_ws
Nama Wilayah Sungai (WS)
Contoh:
- WS Bengawan Solo
- WS Brantas
- WS Bondoyudo-Bedadung
Kolom ini sangat penting dalam analisis hidrologi regional.
4. nama_das
Nama Daerah Aliran Sungai (DAS)
Menunjukkan DAS tempat sumur berada.
Digunakan untuk:
- konservasi sumber daya air,
- pengelolaan DAS,
- perencanaan hidrologi.
5. koord_x
Koordinat X (Longitude)
Contoh:
111.3942
6. koord_y
Koordinat Y (Latitude)
Contoh:
-7.57956
7. jns_sumur
Jenis sumur.
Contoh:
- JIAT
- Air Baku
Informasi ini menunjukkan fungsi utama sumur.
8. air_bak
Informasi penggunaan sebagai sumber air baku.
Sangat penting untuk:
- PDAM,
- penyediaan air bersih,
- kebutuhan domestik.
9. pjn_pipa
Panjang jaringan pipa.
Menunjukkan infrastruktur distribusi air yang terhubung dengan sumur.
10. jns_pom
Jenis pompa.
Contoh:
- Turbin
- Submersible
Informasi ini penting untuk analisis teknis sumur.
11. nm_sumur
Nama sumur.
Contoh:
- SDNG 496
- SDNG 508
- SDBK 137
Merupakan identitas resmi sumur dalam database.
12. thn_rehab
Tahun rehabilitasi.
Menunjukkan kapan sumur terakhir diperbaiki atau ditingkatkan.
13. kelembagaan
Instansi atau kelompok pengelola.
Contoh:
- Hippa
- Desa
Menunjukkan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumur.
14. status
Status operasional sumur.
Digunakan untuk mengetahui apakah sumur:
- aktif,
- tidak aktif,
- hibah,
- atau status lainnya.
15. thn_buat
Tahun pembangunan sumur.
Contoh:
- 1980
- 1995
- 2013
- 2020
16. kdlm_at
Kedalaman air tanah atau kedalaman sumur.
Biasanya dinyatakan dalam meter.
Data ini sangat penting dalam analisis hidrogeologi.
Insight Penting dari Dataset Ini
1. Air Tanah Masih Menjadi Sumber Air Utama
Di banyak wilayah Indonesia, air tanah tetap menjadi sumber utama untuk:
- rumah tangga,
- pertanian,
- industri.
2. Sebaran Sumur Tidak Merata
Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki jumlah sumur yang jauh lebih banyak dibanding wilayah terpencil.
3. Banyak Sumur Telah Beroperasi Puluhan Tahun
Pada dataset terlihat beberapa sumur dibangun sejak:
- 1980-an
- 1990-an
Hal ini menunjukkan pentingnya program rehabilitasi dan monitoring.
4. Debit Air Menjadi Faktor Kunci
Tidak semua sumur memiliki produktivitas yang sama.
Analisis debit sangat penting untuk menentukan kelayakan pemanfaatan.
Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?
Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :










Tidak ada komentar:
Posting Komentar