Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Seluruh Indonesia

Dalam proses pembangunan nasional, tata ruang memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar pengendalian pemanfaatan ruang. Setiap kegiatan pembangunan, baik sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, industri, infrastruktur, energi, maupun permukiman harus mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku.

Untuk mendukung penyelenggaraan penataan ruang secara nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Indonesia yang berisi informasi spasial mengenai pola ruang dan struktur ruang pada seluruh provinsi di Indonesia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting karena digunakan sebagai dasar dalam:

  • Penyusunan perizinan berusaha.
  • Evaluasi kesesuaian lahan.
  • Analisis investasi.
  • Perencanaan pembangunan daerah.
  • Kajian lingkungan hidup.
  • Penyusunan dokumen AMDAL.
  • Pengelolaan sumber daya alam.

Bagi perusahaan, konsultan, pemerintah, akademisi, maupun praktisi GIS, data RTRW Provinsi merupakan salah satu layer wajib dalam setiap analisis spasial yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang.

Mengapa Data RTRW Sangat Penting?

Banyak proyek gagal atau mengalami hambatan perizinan karena tidak sesuai dengan tata ruang yang berlaku.

Contohnya:

  • Tambang berada di kawasan konservasi.
  • Perkebunan berada di kawasan lindung.
  • Industri dibangun pada zona pertanian pangan.
  • Infrastruktur melewati kawasan hutan lindung.

Dengan menggunakan data RTRW sejak tahap awal perencanaan, risiko tersebut dapat diminimalkan.



Gambaran Umum Dataset RTRW Provinsi ATR/BPN

Dataset RTRW Provinsi Indonesia berisi ribuan polygon yang menggambarkan berbagai zona pemanfaatan ruang.

Berdasarkan atribut yang terlihat pada gambar, dataset ini memuat informasi seperti:

  • Nama kawasan.
  • Peruntukan ruang.
  • Provinsi.
  • Dasar hukum.
  • Kategori tata ruang.
  • Sistem klasifikasi RTRW.

Jenis Geometri:

Polygon

Setiap polygon mewakili suatu zona tata ruang tertentu.

Struktur Data Shapefile RTRW Provinsi


Insight Penting dari Data RTRW Provinsi Indonesia

1. Tata Ruang Menjadi Faktor Utama dalam Perizinan

Saat ini hampir seluruh izin berusaha wajib mengacu pada RTRW dan RDTR.

Ketidaksesuaian tata ruang dapat menyebabkan:

  • penolakan izin,
  • revisi desain proyek,
  • sengketa lahan.

2. Kawasan Lindung Masih Mendominasi Banyak Provinsi

Provinsi dengan tutupan hutan tinggi seperti:

  • Papua,
  • Papua Tengah,
  • Papua Pegunungan,
  • Papua Selatan,
  • Papua Barat,

masih memiliki porsi kawasan lindung yang sangat besar.

3. Kawasan Pertambangan Tidak Selalu Dapat Ditambang

Walaupun suatu wilayah memiliki WIUP, kegiatan pertambangan tetap harus sesuai dengan RTRW yang berlaku.

4. Kawasan Industri Terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Koridor Ekonomi Utama

Sebagian besar kawasan industri nasional berada di:

  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah

5. GIS Menjadi Alat Utama Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Saat ini hampir seluruh evaluasi tata ruang dilakukan menggunakan GIS melalui proses overlay berbagai layer spasial.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara Indonesia Update Mei 2026

Dalam industri pertambangan modern, keberhasilan eksplorasi sangat bergantung pada pemahaman kondisi geologi suatu wilayah. Salah satu data geospasial yang paling penting dalam tahap eksplorasi adalah Peta Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara. Data ini menggambarkan satuan batuan atau formasi geologi yang memiliki potensi menjadi pembawa endapan mineral maupun batubara berdasarkan sejarah geologi, litologi, umur batuan, serta lingkungan pengendapannya.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral dan Batubara Indonesia Update 19 Mei 2026. Dataset ini merupakan pembaruan terbaru yang memuat informasi spasial mengenai formasi geologi yang berasosiasi dengan berbagai komoditas tambang seperti emas, tembaga, nikel, timah, mangan, bauksit, hingga batubara.



Mengapa Dataset Ini Penting?

Dalam industri pertambangan, eksplorasi merupakan tahapan dengan biaya dan risiko tertinggi.

Sebelum melakukan:

  • Survei geologi,
  • Pemetaan detail,
  • Pengeboran eksplorasi,
  • Studi kelayakan,

Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu apakah suatu wilayah berada pada formasi geologi yang prospektif.

Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini merupakan data geospasial resmi ESDM yang menggambarkan:

  • Sebaran formasi pembawa mineral logam.
  • Sebaran formasi pembawa batubara.
  • Hubungan formasi dengan komoditas tertentu.
  • Umur geologi formasi.
  • Karakteristik batuan.
  • Klasifikasi geologi.

Jenis geometri Polygon artinya setiap objek menggambarkan batas suatu formasi geologi.

Struktur Data Shapefile Formasi Pembawa Mineral dan Batubara


Insight Penting dari Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara

1. Sebagian Besar Batubara Indonesia Berasal dari Formasi Sedimen Tersier

Formasi seperti Muaraenim dan Talangakar masih menjadi target utama industri batubara nasional.

2. Umur Geologi Menjadi Faktor Penting

Sebagian besar formasi pembawa batubara berada pada:

  • Oligosen
  • Miosen
  • Pliosen

Periode ini merupakan masa pembentukan rawa gambut purba yang kemudian berubah menjadi batubara.

3. Banyak Formasi Memiliki Potensi Multi-Komoditas

Beberapa formasi tidak hanya mengandung batubara tetapi juga:

  • emas,
  • merkuri,
  • logam dasar lainnya.

4. Data Geologi Regional Masih Menjadi Dasar Eksplorasi Modern

Meskipun teknologi eksplorasi berkembang pesat, formasi geologi tetap menjadi indikator utama dalam pencarian sumber daya mineral.

5. GIS Menjadi Kunci Eksplorasi Mineral Masa Kini

Integrasi formasi pembawa dengan:

  • citra satelit,
  • geofisika,
  • geokimia,
  • data pengeboran,

Dapat meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi secara signifikan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia. Letak Indonesia yang berada pada jalur cincin api dunia (Ring of Fire) menjadikan negara ini memiliki ribuan manifestasi panas bumi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Potensi tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan paling strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya panas bumi secara terintegrasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia yang memuat informasi spasial mengenai lokasi prospek panas bumi, tingkat sumber daya, status survei, temperatur reservoir, hingga estimasi potensi energi yang tersedia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting bagi perusahaan pengembang panas bumi, investor energi, konsultan GIS, akademisi, pemerintah daerah, hingga lembaga penelitian yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Mengapa Data Panas Bumi Sangat Penting?

Dalam konteks transisi energi nasional, panas bumi memiliki beberapa keunggulan:

Energi Terbarukan

Tidak bergantung pada bahan bakar fosil.

Energi Baseline

Mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari.

Emisi Rendah

Menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding PLTU batu bara.

Potensi Sangat Besar

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia.

Mendukung Net Zero Emission

Menjadi salah satu sumber energi utama dalam roadmap energi hijau nasional.



Gambaran Umum Dataset Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Dataset ini disediakan oleh ESDM dan memuat:

  • Lokasi prospek panas bumi
  • Status pengembangan
  • Tingkat sumber daya
  • Temperatur reservoir
  • Potensi listrik
  • Kapasitas terpasang
  • Informasi survei

Jenis geometri:

Point

Jumlah titik prospek:

Lebih dari 350 lokasi panas bumi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Panas Bumi


Insight Penting dari Dataset Panas Bumi Indonesia

1. Indonesia Masih Menyimpan Potensi Panas Bumi Sangat Besar

Sebagian besar prospek masih berada pada tahap survei dan belum dimanfaatkan secara optimal.

2. Jawa Barat Menjadi Pusat Industri Geothermal Nasional

Beberapa lapangan terbesar berada di:

  • Kamojang
  • Darajat
  • Wayang Windu
  • Gunung Salak

3. Banyak Prospek Berada pada Temperatur Tinggi

Beberapa lokasi memiliki temperatur reservoir:

  • 240°C
  • 250°C
  • 260°C
  • 280°C+

Temperatur ini sangat ideal untuk pembangkit listrik skala besar.

4. Potensi Energi Hijau Sangat Menjanjikan

Geothermal merupakan sumber energi yang dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

5. Wilayah Timur Indonesia Menjadi Frontier Baru

Prospek di:

  • NTT
  • Sulawesi
  • Maluku

Diperkirakan menjadi pusat pengembangan geothermal masa depan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update Mei 2026

Industri smelter merupakan tulang punggung program hilirisasi mineral Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sebelum diekspor atau digunakan sebagai bahan baku industri dalam negeri.

Sebagai bagian dari transparansi dan pengelolaan data sektor pertambangan nasional, ESDM merilis Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update 19 Mei 2026 yang memuat informasi spasial dan atribut lengkap mengenai lokasi smelter yang beroperasi, sedang dibangun, maupun dalam tahap pengembangan di seluruh Indonesia.

Dataset ini mencakup 53 smelter aktif dan proyek smelter nasional yang tersebar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Papua.

Gambaran Umum Dataset Peta Smelter Indonesia 2026

Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per 19 Mei 2026

Jumlah fasilitas yang tercatat 53 Smelter Nasional

Data disajikan dalam format ESRI Shapefile (.shp)

Jenis geometri Point Setiap titik mewakili lokasi fasilitas smelter di Indonesia.



Mengapa Data Smelter Penting?

Dalam era hilirisasi mineral, lokasi smelter menjadi faktor penting dalam:

  • Perencanaan investasi;
  • Pembangunan kawasan industri;
  • Analisis rantai pasok;
  • Studi kelayakan tambang;
  • Pengembangan infrastruktur logistik;
  • Perencanaan energi.

Keberadaan smelter menentukan arah pengembangan industri mineral Indonesia selama beberapa dekade ke depan.


Struktur Data Shapefile Smelter Indonesia

Berikut atribut tabel penting yang perlu anda ketahui.

1. perusahaan

Nama perusahaan pemilik atau pengelola smelter.

Contoh:

  • Bintang Smelter Indonesia
  • Cahaya Modern Metal Industri
  • Virtue Dragon Nickel Industry
  • Vale Indonesia Tbk
  • Tsingshan Steel Indonesia
  • Weda Bay Nickel
  • Freeport Indonesia

Kolom ini merupakan informasi utama dalam identifikasi fasilitas.

2. Jenis_BU

Jenis badan usaha.

Contoh:

  • PT

Kolom ini menunjukkan bentuk badan hukum perusahaan.

3. ID Perizin

Nomor identifikasi perizinan smelter.

Digunakan untuk keperluan administrasi dan pengawasan.

4. komoditas_

Kode komoditas yang diolah.

Pada dataset ini ditemukan beberapa komoditas utama seperti:

  • Nikel
  • Bauksit
  • Tembaga
  • Seng
  • Besi
  • Mangan

5. kapasitas

Kapasitas desain smelter.

Biasanya dinyatakan dalam ton per tahun.

Contoh:

  • 250.000 ton
  • 1.000.000 ton
  • 3.000.000 ton
  • 4.500.000 ton

Semakin besar kapasitas, semakin besar kemampuan pengolahan bahan baku mineral.

6. progress_p

Persentase progres pembangunan smelter.

Contoh:

  • 22%
  • 45%
  • 66%
  • 97%
  • 100%

Interpretasi:

  • 0–50% = tahap konstruksi awal
  • 50–99% = mendekati operasional
  • 100% = sudah beroperasi

7. tahun_sele

Tahun target penyelesaian proyek.

Contoh:

  • 2021
  • 2022
  • 2023

8. tahun

Tahun pembangunan atau pencatatan proyek.

9. nama_kabko

Kabupaten/Kota lokasi smelter.

Contoh:

  • Kab. Morowali
  • Kab. Konawe Selatan
  • Kab. Halmahera Tengah
  • Kab. Sanggau
  • Kab. Gresik

Kolom ini penting untuk analisis wilayah administrasi.

10. nama_provi

Nama provinsi lokasi smelter.

Contoh:

  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Kalimantan Barat
  • Jawa Timur
  • Banten 

Insight Penting dari Dataset Smelter Indonesia 2026

1. Nikel Mendominasi Industri Hilirisasi Nasional

Lebih dari separuh smelter dalam dataset merupakan fasilitas pengolahan nikel.

Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.

2. Morowali dan Halmahera Menjadi Pusat Industri Mineral Baru

Dua kawasan ini berkembang menjadi pusat industri logam terbesar di Indonesia.

3. Smelter Bauksit Terus Bertambah

Larangan ekspor bauksit mentah mendorong pembangunan fasilitas alumina baru.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: