Industri smelter merupakan tulang punggung program hilirisasi mineral Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sebelum diekspor atau digunakan sebagai bahan baku industri dalam negeri.
Sebagai bagian dari transparansi dan pengelolaan data sektor pertambangan nasional, ESDM merilis Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update 19 Mei 2026 yang memuat informasi spasial dan atribut lengkap mengenai lokasi smelter yang beroperasi, sedang dibangun, maupun dalam tahap pengembangan di seluruh Indonesia.
Dataset ini mencakup 53 smelter aktif dan proyek smelter nasional yang tersebar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Papua.
Gambaran Umum Dataset Peta Smelter Indonesia 2026
Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per 19 Mei 2026
Jumlah fasilitas yang tercatat 53 Smelter Nasional
Data disajikan dalam format ESRI Shapefile (.shp)
Jenis geometri Point Setiap titik mewakili lokasi fasilitas smelter di Indonesia.
Mengapa Data Smelter Penting?
Dalam era hilirisasi mineral, lokasi smelter menjadi faktor penting dalam:
- Perencanaan investasi;
- Pembangunan kawasan industri;
- Analisis rantai pasok;
- Studi kelayakan tambang;
- Pengembangan infrastruktur logistik;
- Perencanaan energi.
Keberadaan smelter menentukan arah pengembangan industri mineral Indonesia selama beberapa dekade ke depan.
Struktur Data Shapefile Smelter Indonesia
Berikut atribut tabel penting yang perlu anda ketahui.
1. perusahaan
Nama perusahaan pemilik atau pengelola smelter.
Contoh:
- Bintang Smelter Indonesia
- Cahaya Modern Metal Industri
- Virtue Dragon Nickel Industry
- Vale Indonesia Tbk
- Tsingshan Steel Indonesia
- Weda Bay Nickel
- Freeport Indonesia
Kolom ini merupakan informasi utama dalam identifikasi fasilitas.
2. Jenis_BU
Jenis badan usaha.
Contoh:
- PT
Kolom ini menunjukkan bentuk badan hukum perusahaan.
3. ID Perizin
Nomor identifikasi perizinan smelter.
Digunakan untuk keperluan administrasi dan pengawasan.
4. komoditas_
Kode komoditas yang diolah.
Pada dataset ini ditemukan beberapa komoditas utama seperti:
- Nikel
- Bauksit
- Tembaga
- Seng
- Besi
- Mangan
5. kapasitas
Kapasitas desain smelter.
Biasanya dinyatakan dalam ton per tahun.
Contoh:
- 250.000 ton
- 1.000.000 ton
- 3.000.000 ton
- 4.500.000 ton
Semakin besar kapasitas, semakin besar kemampuan pengolahan bahan baku mineral.
6. progress_p
Persentase progres pembangunan smelter.
Contoh:
- 22%
- 45%
- 66%
- 97%
- 100%
Interpretasi:
- 0–50% = tahap konstruksi awal
- 50–99% = mendekati operasional
- 100% = sudah beroperasi
7. tahun_sele
Tahun target penyelesaian proyek.
Contoh:
- 2021
- 2022
- 2023
8. tahun
Tahun pembangunan atau pencatatan proyek.
9. nama_kabko
Kabupaten/Kota lokasi smelter.
Contoh:
- Kab. Morowali
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Halmahera Tengah
- Kab. Sanggau
- Kab. Gresik
Kolom ini penting untuk analisis wilayah administrasi.
10. nama_provi
Nama provinsi lokasi smelter.
Contoh:
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Kalimantan Barat
- Jawa Timur
- Banten
Insight Penting dari Dataset Smelter Indonesia 2026
1. Nikel Mendominasi Industri Hilirisasi Nasional
Lebih dari separuh smelter dalam dataset merupakan fasilitas pengolahan nikel.
Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.
2. Morowali dan Halmahera Menjadi Pusat Industri Mineral Baru
Dua kawasan ini berkembang menjadi pusat industri logam terbesar di Indonesia.
3. Smelter Bauksit Terus Bertambah
Larangan ekspor bauksit mentah mendorong pembangunan fasilitas alumina baru.
Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?
Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :









Tidak ada komentar:
Posting Komentar