Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara Indonesia Update Mei 2026

Dalam industri pertambangan modern, keberhasilan eksplorasi sangat bergantung pada pemahaman kondisi geologi suatu wilayah. Salah satu data geospasial yang paling penting dalam tahap eksplorasi adalah Peta Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara. Data ini menggambarkan satuan batuan atau formasi geologi yang memiliki potensi menjadi pembawa endapan mineral maupun batubara berdasarkan sejarah geologi, litologi, umur batuan, serta lingkungan pengendapannya.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral dan Batubara Indonesia Update 19 Mei 2026. Dataset ini merupakan pembaruan terbaru yang memuat informasi spasial mengenai formasi geologi yang berasosiasi dengan berbagai komoditas tambang seperti emas, tembaga, nikel, timah, mangan, bauksit, hingga batubara.



Mengapa Dataset Ini Penting?

Dalam industri pertambangan, eksplorasi merupakan tahapan dengan biaya dan risiko tertinggi.

Sebelum melakukan:

  • Survei geologi,
  • Pemetaan detail,
  • Pengeboran eksplorasi,
  • Studi kelayakan,

Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu apakah suatu wilayah berada pada formasi geologi yang prospektif.

Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini merupakan data geospasial resmi ESDM yang menggambarkan:

  • Sebaran formasi pembawa mineral logam.
  • Sebaran formasi pembawa batubara.
  • Hubungan formasi dengan komoditas tertentu.
  • Umur geologi formasi.
  • Karakteristik batuan.
  • Klasifikasi geologi.

Jenis geometri Polygon artinya setiap objek menggambarkan batas suatu formasi geologi.

Struktur Data Shapefile Formasi Pembawa Mineral dan Batubara


Insight Penting dari Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara

1. Sebagian Besar Batubara Indonesia Berasal dari Formasi Sedimen Tersier

Formasi seperti Muaraenim dan Talangakar masih menjadi target utama industri batubara nasional.

2. Umur Geologi Menjadi Faktor Penting

Sebagian besar formasi pembawa batubara berada pada:

  • Oligosen
  • Miosen
  • Pliosen

Periode ini merupakan masa pembentukan rawa gambut purba yang kemudian berubah menjadi batubara.

3. Banyak Formasi Memiliki Potensi Multi-Komoditas

Beberapa formasi tidak hanya mengandung batubara tetapi juga:

  • emas,
  • merkuri,
  • logam dasar lainnya.

4. Data Geologi Regional Masih Menjadi Dasar Eksplorasi Modern

Meskipun teknologi eksplorasi berkembang pesat, formasi geologi tetap menjadi indikator utama dalam pencarian sumber daya mineral.

5. GIS Menjadi Kunci Eksplorasi Mineral Masa Kini

Integrasi formasi pembawa dengan:

  • citra satelit,
  • geofisika,
  • geokimia,
  • data pengeboran,

Dapat meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi secara signifikan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar