Shapefile (SHP) Wilayah Pertambangan Indonesia Update Mei 2026

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya mineral dan batubara terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Untuk mengelola potensi tersebut secara terencana, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan berbagai wilayah pertambangan sebagai dasar pengelolaan sumber daya mineral dan batubara nasional.

Salah satu dataset geospasial yang sangat penting dalam sektor pertambangan adalah Shapefile (SHP) Wilayah Pertambangan Indonesia Update 19 Mei 2026 Resmi ESDM. Dataset ini memuat batas-batas wilayah pertambangan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya mineral nasional.

Data ini menjadi referensi utama bagi:

  • Perusahaan pertambangan
  • Investor sektor mineral dan batubara
  • Konsultan GIS
  • Akademisi
  • Pemerintah daerah
  • Kementerian dan lembaga terkait
  • Penyusun dokumen AMDAL
  • Konsultan perizinan pertambangan

Dengan menggunakan data Wilayah Pertambangan (WP), pengguna dapat memahami lokasi kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan serta melakukan berbagai analisis spasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Apa Itu Wilayah Pertambangan (WP)?

Wilayah Pertambangan (WP) adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat oleh batas administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional.

WP ditetapkan oleh pemerintah sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara sesuai dengan amanat:

  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
  • Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021
  • Peraturan Menteri ESDM terkait penetapan wilayah pertambangan


Secara sederhana, WP merupakan kawasan yang secara geologi dinilai memiliki potensi mineral atau batubara dan telah ditetapkan untuk kepentingan pengelolaan pertambangan nasional.

Perbedaan Wilayah Pertambangan dan WIUP

Banyak orang sering menyamakan WP dengan WIUP, padahal keduanya berbeda.

Wilayah Pertambangan (WP)

  • Ditetapkan oleh pemerintah.
  • Bersifat regional dan strategis.
  • Menunjukkan kawasan yang memiliki potensi mineral atau batubara.
  • Menjadi dasar penetapan wilayah izin.

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP)

  • Merupakan bagian dari WP.
  • Diberikan kepada perusahaan tertentu.
  • Memiliki batas izin yang spesifik.
  • Digunakan sebagai dasar penerbitan IUP.

Mengapa Data Wilayah Pertambangan Penting?

Dalam industri pertambangan modern, pengambilan keputusan tidak lagi hanya berdasarkan laporan geologi. Saat ini hampir seluruh proses perencanaan menggunakan pendekatan geospasial.

Data WP memiliki fungsi penting untuk:

  • Perencanaan investasi tambang
  • Kajian geologi regional
  • Penyusunan tata ruang
  • Penyusunan dokumen lingkungan
  • Analisis potensi sumber daya
  • Pengembangan hilirisasi mineral
  • Pengawasan pemanfaatan sumber daya alam

Tanpa data WP, proses identifikasi peluang usaha pertambangan akan menjadi jauh lebih sulit.

Gambaran Umum Dataset Wilayah Pertambangan Indonesia 2026

Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per tanggal:

19 Mei 2026

Format data ESRI Shapefile (.shp) jenis geometri: Polygon

Setiap polygon mewakili suatu blok atau kawasan wilayah pertambangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Struktur Data Shapefile Wilayah Pertambangan Indonesia

Berikut atribut tabel yang dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.



Jenis Wilayah Pertambangan dalam Dataset

1. Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)

WPR adalah kawasan yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk melakukan pertambangan rakyat secara legal.

Karakteristik:

  • skala kecil;
  • teknologi sederhana;
  • berbasis masyarakat lokal.

2. Wilayah Pencadangan Negara (WPN)

WPN merupakan kawasan yang dicadangkan pemerintah untuk kepentingan strategis nasional.

Biasanya berkaitan dengan:

  • mineral kritis;
  • cadangan nasional;
  • proyek strategis negara.

3. Wilayah Usaha Pertambangan Khusus (WUPK)

Merupakan wilayah yang pengelolaannya dilakukan melalui mekanisme khusus.

Biasanya terkait:

  • bekas PKP2B;
  • proyek strategis;
  • penugasan khusus pemerintah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Indonesia Update Mei 2026

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sumber daya mineral dan batubara terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya alam tersebut tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua. Untuk mengatur kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral secara legal dan berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan berbagai bentuk perizinan pertambangan yang dikenal sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Seiring meningkatnya kebutuhan akan data geospasial pertambangan yang akurat dan terintegrasi, ESDM secara berkala melakukan pembaruan database perizinan pertambangan nasional. Salah satu dataset yang paling banyak dicari oleh perusahaan tambang, investor, konsultan GIS, akademisi, maupun pemerintah daerah adalah:

Shapefile (SHP) Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Indonesia Update 19 Mei 2026 Resmi ESDM

Dataset ini memuat 8.596 izin usaha pertambangan aktif dan tercatat secara resmi hingga tanggal 19 Mei 2026, lengkap dengan informasi spasial dan atribut administratif yang sangat detail.

Mengapa Data WIUP Sangat Penting?

Sebelum melakukan investasi atau kegiatan eksplorasi, perusahaan perlu mengetahui:

  • Apakah suatu wilayah sudah memiliki izin,
  • Siapa pemegang izinnya,
  • Komoditas yang diusahakan,
  • Luas wilayah izin,
  • Masa berlaku izin,
  • Status kegiatan pertambangan.



Tanpa informasi tersebut, risiko tumpang tindih izin dan konflik lahan akan meningkat.

Karena itu, data WIUP menjadi salah satu data geospasial paling penting di sektor pertambangan Indonesia.

Gambaran Dataset WIUP Indonesia Update 19 Mei 2026

Berdasarkan data yang Anda lampirkan, dataset ini memiliki:

Jumlah Izin 8.596 WIUP

Sumber Data

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Tanggal Pembaruan 19 Mei 2026

Geometri

Polygon

Setiap polygon merepresentasikan batas resmi suatu WIUP.

Struktur Data Shapefile WIUP Indonesia

Berikut atribut tabel yang dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.



Insight Penting dari Dataset WIUP 2026

1. Jumlah Izin Pertambangan Masih Sangat Besar

Dengan total 8.596 WIUP

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan aktivitas pertambangan paling aktif di kawasan Asia Pasifik.

2. Sulawesi Menjadi Magnet Investasi Mineral Strategis

Berdasarkan tren industri saat ini:

  • Nikel,
  • Kromit,
  • Kobalt,

menjadikan Sulawesi sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan izin pertambangan tercepat.

3. Kalimantan Tetap Mendominasi Batubara

Banyak WIUP batubara masih terkonsentrasi di:

  • Kalimantan Timur,
  • Kalimantan Selatan,
  • Kalimantan Tengah.

4. Meningkatnya Izin Mineral Industri

Komoditas seperti:

  • Pasir kuarsa,
  • Batu gamping,
  • Feldspar,
  • Andesit,

semakin banyak diminati karena mendukung:

  • Pembangunan nasional,
  • Industri kaca,
  • Industri semen,
  • Industri keramik.

5. GIS Menjadi Standar Baru Industri Tambang

Saat ini hampir seluruh perusahaan pertambangan menggunakan GIS untuk:

  • Monitoring WIUP,
  • Evaluasi lahan,
  • Manajemen aset tambang,
  • Pengambilan keputusan investasi.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sebaran Titik Air Tanah Indonesia

Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, kegiatan industri, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga penyediaan air bersih perkotaan. Di Indonesia, pemanfaatan air tanah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi kawasan industri.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan berbagai data geospasial yang dapat digunakan sebagai referensi resmi. Salah satu dataset yang sangat penting adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sebaran Titik Air Tanah Indonesia

Dataset ini berisi informasi lokasi titik-titik sumber air tanah yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan informasi teknis seperti jenis sumur, kedalaman, debit air, tahun pembangunan, kondisi sumur, hingga informasi administrasi wilayah.

Bagi praktisi GIS, perusahaan pertambangan, perkebunan, konsultan lingkungan, akademisi, pemerintah daerah, maupun investor, data ini merupakan salah satu layer penting dalam berbagai analisis spasial yang berkaitan dengan ketersediaan dan pemanfaatan sumber daya air tanah.

Apa Itu Peta Sebaran Titik Air Tanah?

Peta Sebaran Titik Air Tanah adalah dataset geospasial yang menampilkan lokasi sumur atau titik pemanfaatan air tanah yang telah didata dan diinventarisasi oleh pemerintah.

Setiap titik pada peta mewakili lokasi sumber air tanah yang memiliki informasi teknis seperti:

  • Koordinat lokasi
  • Jenis sumur
  • Kedalaman sumur
  • Debit air
  • Tahun pembangunan
  • Status operasional
  • Wilayah administrasi
  • Informasi rehabilitasi
  • Informasi kelembagaan pengelola


Data ini sangat penting untuk memahami distribusi sumber air tanah dan potensi pemanfaatannya pada suatu wilayah.

Sumber Data

Dataset ini berasal dari:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

khususnya dari unit yang menangani:

  • Geologi tata lingkungan,
  • Hidrogeologi,
  • Konservasi air tanah.

Data ini merupakan salah satu referensi resmi pemerintah terkait inventarisasi sumber daya air tanah di Indonesia.



Struktur Data Shapefile Peta Sebaran Titik Air Tanah

Berikut adalah atribut tabel data yang penting untuk anda ketahui.

1. nm_jns

Jenis sumber air.

Contoh:

  • Sumur Air Tanah

Kolom ini menjelaskan tipe objek yang didata.

2. nama_balai

Nama balai wilayah sungai.

Contoh:

  • BBWS Bengawan Solo
  • BBWS Brantas

Menunjukkan wilayah pengelolaan sumber daya air.

3. nama_ws

Nama Wilayah Sungai (WS)

Contoh:

  • WS Bengawan Solo
  • WS Brantas
  • WS Bondoyudo-Bedadung

Kolom ini sangat penting dalam analisis hidrologi regional.

4. nama_das

Nama Daerah Aliran Sungai (DAS)

Menunjukkan DAS tempat sumur berada.

Digunakan untuk:

  • konservasi sumber daya air,
  • pengelolaan DAS,
  • perencanaan hidrologi.

5. koord_x

Koordinat X (Longitude)

Contoh:

111.3942

6. koord_y

Koordinat Y (Latitude)

Contoh:

-7.57956

7. jns_sumur

Jenis sumur.

Contoh:

  • JIAT
  • Air Baku

Informasi ini menunjukkan fungsi utama sumur.

8. air_bak

Informasi penggunaan sebagai sumber air baku.

Sangat penting untuk:

  • PDAM,
  • penyediaan air bersih,
  • kebutuhan domestik.

9. pjn_pipa

Panjang jaringan pipa.

Menunjukkan infrastruktur distribusi air yang terhubung dengan sumur.

10. jns_pom

Jenis pompa.

Contoh:

  • Turbin
  • Submersible

Informasi ini penting untuk analisis teknis sumur.

11. nm_sumur

Nama sumur.

Contoh:

  • SDNG 496
  • SDNG 508
  • SDBK 137

Merupakan identitas resmi sumur dalam database.

12. thn_rehab

Tahun rehabilitasi.

Menunjukkan kapan sumur terakhir diperbaiki atau ditingkatkan.

13. kelembagaan

Instansi atau kelompok pengelola.

Contoh:

  • Hippa
  • Desa

Menunjukkan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumur.

14. status

Status operasional sumur.

Digunakan untuk mengetahui apakah sumur:

  • aktif,
  • tidak aktif,
  • hibah,
  • atau status lainnya.

15. thn_buat

Tahun pembangunan sumur.

Contoh:

  • 1980
  • 1995
  • 2013
  • 2020

16. kdlm_at

Kedalaman air tanah atau kedalaman sumur.

Biasanya dinyatakan dalam meter.

Data ini sangat penting dalam analisis hidrogeologi.


Insight Penting dari Dataset Ini

1. Air Tanah Masih Menjadi Sumber Air Utama

Di banyak wilayah Indonesia, air tanah tetap menjadi sumber utama untuk:

  • rumah tangga,
  • pertanian,
  • industri.

2. Sebaran Sumur Tidak Merata

Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki jumlah sumur yang jauh lebih banyak dibanding wilayah terpencil.

3. Banyak Sumur Telah Beroperasi Puluhan Tahun

Pada dataset terlihat beberapa sumur dibangun sejak:

  • 1980-an
  • 1990-an

Hal ini menunjukkan pentingnya program rehabilitasi dan monitoring.

4. Debit Air Menjadi Faktor Kunci

Tidak semua sumur memiliki produktivitas yang sama.

Analisis debit sangat penting untuk menentukan kelayakan pemanfaatan.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Jaringan Jalan Seluruh Indonesia - Data Jalan Nasional, Jalan Tol, dan Jalan Non Tol

Infrastruktur jalan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Jalan berperan penting dalam:

  • Konektivitas antar wilayah,
  • Distribusi logistik,
  • Pertumbuhan ekonomi,
  • Pengembangan kawasan industri,
  • Hingga pemerataan pembangunan di Indonesia.

Dalam era transformasi digital dan pengembangan sistem geospasial nasional, kebutuhan terhadap data spasial jaringan jalan menjadi semakin penting. Salah satu dataset yang paling banyak digunakan oleh praktisi GIS, pemerintah, konsultan, dan perusahaan infrastruktur adalah:

Shapefile (SHP) Jaringan Jalan Seluruh Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial lengkap mengenai:

  • Jalan Tol Nasional,
  • Jalan Arteri,
  • Jalan Kolektor,
  • Jalan Lokal,
  • Jalan Lori,
  • Jalan Setapak,
  • Jalan Lain,
  • Jalan Kereta Api Jalur Tunggal dan Jalur Ganda,
  • Landasan Pacu Domestik, Internasional dan Perintis.

Dalam dataset ini terdapat tiga layer utama:
  1. Jaringan Jalan
  2. Jalan Tol Nasional
  3. Jalan Non Tol Nasional


Sumber Data: Kementerian PUPR

Dataset jaringan jalan nasional diterbitkan oleh:

  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.

Data ini merupakan update terbaru resmi dari PUPR

Digunakan secara luas untuk:

  • Perencanaan infrastruktur,
  • Monitoring jalan,
  • Pengembangan transportasi,
  • Dan analisis spasial nasional.

Pentingnya Data Jaringan Jalan

Jaringan jalan merupakan tulang punggung mobilitas nasional.

Tanpa data jalan yang akurat:

  • Pembangunan sulit direncanakan,
  • Distribusi logistik terganggu,
  • Dan analisis spasial menjadi tidak optimal.

Tiga Layer Utama dalam Dataset

Dalam dataset ini terdapat tiga shapefile utama:

LayerDeskripsi
Jaringan JalanSeluruh jaringan jalan
Jalan Tol NasionalJalan tol resmi nasional
Jalan Non Tol NasionalJalan nasional non tol

1. Shapefile Jaringan Jalan

Layer ini berisi:

  • Seluruh jaringan jalan utama.

Mencakup:

  • Jalan nasional,
  • Jalan provinsi,
  • Jalan kabupaten,
  • Dan konektivitas transportasi.

2. Shapefile Jalan Tol Nasional

Layer ini menampilkan:

  • Jaringan jalan tol resmi nasional.

Contoh:

  • Tol Trans Jawa,
  • Tol Trans Sumatera,
  • Tol Jakarta-Cikampek,
  • Dan jaringan tol lainnya.

3. Shapefile Jalan Non Tol Nasional

Layer ini berisi:

  • Jalan nasional non tol.

Biasanya:

  • Jalan arteri utama,
  • Jalur penghubung antar kota,
  • Jalur distribusi logistik nasional.

Insight Penting Shapefile Jaringan Jalan Indonesia

1. Jalan Menjadi Fondasi Konektivitas Nasional

Jaringan jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Indonesia.

2. Jalan Tol Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pengembangan jalan tol nasional meningkatkan efisiensi transportasi, mempercepat distribusi barang, dan mendukung kawasan industri strategis.

3. Data Jalan Sangat Penting untuk Tata Ruang

Shapefile jaringan jalan menjadi layer utama dalam:

  • RTRW,
  • RDTR,
  • perencanaan kawasan industri,
  • dan pengembangan wilayah.

Dataset Yang Bisa Anda Dapatkan


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia. Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu:

  • Lempeng Eurasia,
  • Lempeng Indo-Australia,
  • dan Lempeng Pasifik,

menjadikan wilayah Indonesia sangat rentan terhadap aktivitas gempa bumi.


Dalam konteks mitigasi bencana modern, penggunaan data spasial menjadi salah satu aspek paling penting untuk:

  • Identifikasi wilayah rawan,
  • Perencanaan pembangunan,
  • Pengurangan risiko bencana,
  • dan pengambilan keputusan berbasis geospasial.

Salah satu dataset geospasial paling penting terkait mitigasi gempa bumi di Indonesia adalah:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi resmi Badan Geologi

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Tingkat kerawanan gempa bumi,
  • Klasifikasi kawasan rawan,
  • Intensitas potensi guncangan,
  • Distribusi spasial wilayah terdampak,
  • hingga zona risiko kebencanaan nasional.



Sumber Data: Badan Geologi

Dataset ini diterbitkan oleh:

  • Badan Geologi,
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Merupakan update terbaru resmi dari Badan Geologi.

Data digunakan dalam:

  • Mitigasi bencana nasional,
  • RTRW,
  • Pembangunan infrastruktur,
  • Perencanaan kota,
  • Dan evaluasi risiko wilayah.

Pentingnya Data Kawasan Rawan Gempa

Data spasial gempa bumi sangat penting untuk:

  • mengurangi risiko korban,
  • meningkatkan kesiapsiagaan,
  • mendukung pembangunan aman bencana,
  • serta perlindungan infrastruktur.


Struktur Data Shapefile Kawasan Rawan Gempa Bumi

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. namobj

Nama objek atau deskripsi kawasan.

Contoh:

  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi kuat dengan skala intensitas lebih besar dari VIII MMI.
  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi dengan intensitas antara VII–VIII MMI.

Kolom ini menjelaskan:

  • tingkat intensitas guncangan gempa.

2. krbid

Kode identifikasi kawasan rawan bencana.

Contoh:

  • 202
  • 203
  • 204

Setiap kode mewakili:

  • tingkat kerawanan tertentu.

3. kelas

Klasifikasi tingkat kerawanan gempa.

Contoh:

  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Tinggi
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Menengah
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Rendah

Ini merupakan atribut paling penting dalam dataset.

Penjelasan Kelas Kerawanan Gempa

1. Kawasan Rawan Gempa Tinggi

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan sangat tinggi,
  • potensi kerusakan berat,
  • risiko korban tinggi.

Biasanya:

  • dekat sesar aktif,
  • zona subduksi,
  • dan daerah tektonik aktif.

2. Kawasan Rawan Gempa Menengah

Wilayah dengan:

  • potensi guncangan sedang hingga kuat.

Kerusakan:

  • dapat terjadi pada bangunan tidak tahan gempa.

3. Kawasan Rawan Gempa Rendah

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan relatif lebih rendah.

Namun:

  • tetap memiliki risiko gempa.

Apa Itu Skala MMI?

MMI adalah:

Modified Mercalli Intensity

Digunakan untuk:

  • mengukur intensitas dampak gempa bumi berdasarkan efek di permukaan.

Contoh Intensitas MMI

Skala MMIDampak
I–IIILemah
IV–VISedang
VII–VIIIKuat
IX–XIISangat merusak

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Non Logam Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan sumber daya mineral terbesar di dunia. Selain mineral logam seperti emas, nikel, dan tembaga, Indonesia juga memiliki potensi mineral non logam yang sangat besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara.

Mineral non logam memiliki peranan penting dalam berbagai sektor industri, antara lain:

  • Konstruksi,
  • Keramik,
  • Semen,
  • Kaca,
  • Bahan bangunan,
  • Pupuk,
  • Kosmetik,
  • Hingga industri manufaktur modern.

Dalam era transformasi digital dan pemanfaatan data spasial, salah satu dataset geospasial paling penting untuk sektor pertambangan dan industri adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Non Logam Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Lokasi sumber daya mineral non logam,
  • Jenis komoditas,
  • Klasifikasi mineral,
  • Status kegiatan,
  • Potensi sumber daya,
  • Kualitas material,
  • Hingga referensi data eksplorasi.



Mengapa Mineral Non Logam Sangat Penting?

Mineral non logam menjadi fondasi berbagai sektor industri:

  • Pembangunan infrastruktur,
  • Properti,
  • Jalan,
  • Semen,
  • Kaca,
  • Keramik,
  • Hingga industri teknologi.

Tanpa mineral non logam:

  • Pembangunan modern tidak dapat berjalan.

Sumber Data: ESDM

Dataset berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan update terbaru resmi ESDM



Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Mineral Non Logam

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. jnskombl

Jenis komoditas mineral.

Contoh: Granit, Kaolin, Andesit, Feldspar, Basal, Lempung

2. lbunsurb

Lambang unsur atau singkatan komoditas.

Contoh:

  • Gr = Granit
  • Ka = Kaolin
  • Bs = Basal

3. kelkombl

Kelompok komoditas mineral.

Contoh: Bahan Bangunan, Bahan Keramik, Mineral Industri, Batu Mulia

4. lokasibl

Lokasi mineral non logam.

Contoh: Pulau Karimun, Desa Nyampar, Gunung Kijang Kawal

5. hipbl

Sumber daya hipotetik.

Menunjukkan estimasi awal potensi mineral.

6. trekabl

Sumber daya tereka.

Tingkat keyakinan rendah hingga menengah.

7. tjukbl

Sumber daya terunjuk.

Menunjukkan estimasi lebih detail.

8. tkurbl

Sumber daya terukur.

Memiliki tingkat keyakinan tinggi.

9. tkira

Kemungkinan sumber daya terkira.

10. tbukt

Sumber daya terbukti.

Kategori keyakinan tertinggi.

11. remark

Catatan tambahan.

Contoh:

  • kualitas material
  • kandungan kimia
  • karakteristik batuan

12. namobj

Nama objek mineral.

Contoh:

  • Granit Bukit Monnos
  • Andesit Gunung Kijang
  • Basal Desa Nyampar

13. statdikbl

Status kegiatan mineral.

Contoh: Survei Tinjau, Eksplorasi Rinci, Operasi Produksi

14. acuan

Referensi data.

Contoh:

  • APBN 2006
  • Neraca
  • PSDG 2005
  • laporan eksplorasi

Insight Penting Industri Mineral Non Logam

1. Infrastruktur Meningkatkan Permintaan

Pembangunan nasional meningkatkan kebutuhan:

  • batuan konstruksi,
  • semen,
  • keramik.

2. Mineral Industri Semakin Strategis

Karena:

  • industri manufaktur berkembang pesat.

3. GIS Menjadi Teknologi Utama Pertambangan Modern

Perusahaan kini sangat bergantung pada:

  • analisis spasial dan data GIS.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Logam Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sumber daya mineral logam terbesar di dunia. Kekayaan geologi Indonesia terbentuk dari aktivitas tektonik dan vulkanik yang sangat kompleks selama jutaan tahun, menghasilkan berbagai jenis mineral logam bernilai tinggi seperti:

  • Nikel,
  • Emas,
  • Tembaga,
  • Besi,
  • Mangan,
  • Timah,
  • Bauksit,
  • Kromit,
  • Hingga logam tanah jarang.

Dalam era transformasi digital pertambangan dan analisis berbasis data spasial, informasi mengenai persebaran sumber daya mineral logam menjadi sangat penting untuk:

  • Eksplorasi,
  • Investasi,
  • Tata ruang,
  • Evaluasi potensi tambang,
  • Pengawasan sumber daya,
  • Hingga pengambilan keputusan strategis.

Salah satu dataset geospasial paling penting yang digunakan saat ini adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Logam Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Lokasi mineral logam,
  • Jenis komoditas,
  • Klasifikasi mineral,
  • Kualitas mineral,
  • Status eksplorasi,
  • Referensi data,
  • Hingga informasi perusahaan.



Mengapa Dataset Ini Sangat Penting?

Karena data mineral logam menjadi fondasi utama dalam eksplorasi dan pengembangan industri pertambangan.

Dataset ini digunakan untuk:

  • Eksplorasi mineral,
  • Evaluasi ekonomi,
  • Investasi pertambangan,
  • Pengelolaan sumber daya,
  • Tata ruang,
  • Dan analisis geologi regional. 

Sumber Data: ESDM

Dataset ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Merupakan update terbaru resmi ESDM



Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Mineral Logam

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. jnskom

Jenis komoditas.

Contoh: Besi Laterit, Besi Primer

Menunjukkan : tipe mineral utama.

2. lbunsur

Lambang unsur kimia.

Contoh:

  • Fe
  • Fe La

3. kellgm

Kelompok mineral logam.

Contoh:

  • Logam Besi dan Paduan Besi

4. lokasilgm

Lokasi mineral logam.

Contoh: Pulau Gee, Sangaji, Tapunopaka

5. loghip

Volume logam hipotetik.

6. bjhtrka

Bijih terukur atau terkira.

7. logtrka

Logam terukur atau terkira.

8. bjhtjuk

Bijih terunjuk.

9. logtjuk

Logam terunjuk.

10. bjhtkur

Bijih tereka.

11. logtkur

Logam tereka.

12. bjhtkira

Bijih terkira.

13. logtkira

Logam terkira.

14. bjhtbkt

Bijih terbukti.

15. logtbkt

Logam terbukti.

Merupakan kategori dengan tingkat keyakinan tertinggi.

16. remark

Catatan tambahan.

Contoh:

  • Limonit-Saprolit
  • Kadar Fe
  • Magnetit dan hematit

17. namobj

Nama objek mineral.

Contoh:

  • Besi Laterit Sangaji
  • Besi Primer Air Bangis

18. statdiklgm

Status kegiatan mineral logam.

Contoh:

  • Operasi Produksi
  • Eksplorasi Rinci
  • Studi Kelayakan
  • Survei Tinjau

19. acuan

Sumber referensi data.

Contoh:

  • laporan perusahaan,
  • annual report,
  • laporan eksplorasi,
  • studi kelayakan.

 

Insight Penting Industri Mineral Indonesia

1. Indonesia Menjadi Pusat Industri Nikel Dunia

Terutama untuk baterai EV.

2. Mineral Strategis Semakin Bernilai

Karena transisi energi global.

3. GIS Menjadi Teknologi Utama Tambang Modern

Perusahaan tambang kini sangat bergantung pada spatial analytics.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: