Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia. Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu:

  • Lempeng Eurasia,
  • Lempeng Indo-Australia,
  • dan Lempeng Pasifik,

menjadikan wilayah Indonesia sangat rentan terhadap aktivitas gempa bumi.


Dalam konteks mitigasi bencana modern, penggunaan data spasial menjadi salah satu aspek paling penting untuk:

  • Identifikasi wilayah rawan,
  • Perencanaan pembangunan,
  • Pengurangan risiko bencana,
  • dan pengambilan keputusan berbasis geospasial.

Salah satu dataset geospasial paling penting terkait mitigasi gempa bumi di Indonesia adalah:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi resmi Badan Geologi

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Tingkat kerawanan gempa bumi,
  • Klasifikasi kawasan rawan,
  • Intensitas potensi guncangan,
  • Distribusi spasial wilayah terdampak,
  • hingga zona risiko kebencanaan nasional.



Sumber Data: Badan Geologi

Dataset ini diterbitkan oleh:

  • Badan Geologi,
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Merupakan update terbaru resmi dari Badan Geologi.

Data digunakan dalam:

  • Mitigasi bencana nasional,
  • RTRW,
  • Pembangunan infrastruktur,
  • Perencanaan kota,
  • Dan evaluasi risiko wilayah.

Pentingnya Data Kawasan Rawan Gempa

Data spasial gempa bumi sangat penting untuk:

  • mengurangi risiko korban,
  • meningkatkan kesiapsiagaan,
  • mendukung pembangunan aman bencana,
  • serta perlindungan infrastruktur.


Struktur Data Shapefile Kawasan Rawan Gempa Bumi

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. namobj

Nama objek atau deskripsi kawasan.

Contoh:

  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi kuat dengan skala intensitas lebih besar dari VIII MMI.
  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi dengan intensitas antara VII–VIII MMI.

Kolom ini menjelaskan:

  • tingkat intensitas guncangan gempa.

2. krbid

Kode identifikasi kawasan rawan bencana.

Contoh:

  • 202
  • 203
  • 204

Setiap kode mewakili:

  • tingkat kerawanan tertentu.

3. kelas

Klasifikasi tingkat kerawanan gempa.

Contoh:

  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Tinggi
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Menengah
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Rendah

Ini merupakan atribut paling penting dalam dataset.

Penjelasan Kelas Kerawanan Gempa

1. Kawasan Rawan Gempa Tinggi

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan sangat tinggi,
  • potensi kerusakan berat,
  • risiko korban tinggi.

Biasanya:

  • dekat sesar aktif,
  • zona subduksi,
  • dan daerah tektonik aktif.

2. Kawasan Rawan Gempa Menengah

Wilayah dengan:

  • potensi guncangan sedang hingga kuat.

Kerusakan:

  • dapat terjadi pada bangunan tidak tahan gempa.

3. Kawasan Rawan Gempa Rendah

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan relatif lebih rendah.

Namun:

  • tetap memiliki risiko gempa.

Apa Itu Skala MMI?

MMI adalah:

Modified Mercalli Intensity

Digunakan untuk:

  • mengukur intensitas dampak gempa bumi berdasarkan efek di permukaan.

Contoh Intensitas MMI

Skala MMIDampak
I–IIILemah
IV–VISedang
VII–VIIIKuat
IX–XIISangat merusak

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar