Shapefile (SHP) Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Seluruh Indonesia Skala 1:250.000

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar yang dihadapi Indonesia setiap tahun. Dampaknya tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, penurunan kualitas udara, hingga terganggunya aktivitas transportasi dan industri.

Sebagai negara dengan kawasan hutan tropis yang luas serta lahan gambut yang rentan terbakar, Indonesia membutuhkan sistem pemetaan yang akurat untuk mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran. Untuk mendukung upaya mitigasi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Skala 1:250.000 yang menjadi salah satu referensi resmi dalam pengelolaan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Dataset ini memberikan informasi spasial mengenai tingkat kerawanan kebakaran di seluruh Indonesia berdasarkan berbagai parameter biofisik dan lingkungan. Data ini sangat bermanfaat bagi pemerintah, perusahaan kehutanan, perkebunan, pertambangan, konsultan lingkungan, akademisi, maupun praktisi GIS dalam menyusun strategi mitigasi dan pengelolaan wilayah.

Apa Itu Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan?

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan adalah peta tematik yang menunjukkan tingkat potensi suatu wilayah mengalami kebakaran berdasarkan karakteristik lingkungan dan kondisi biofisiknya.

Dalam penyusunannya, berbagai faktor dipertimbangkan, antara lain:

  • Jenis tutupan lahan
  • Kondisi vegetasi
  • Jenis tanah
  • Keberadaan lahan gambut
  • Curah hujan
  • Topografi
  • Riwayat kejadian kebakaran
  • Aktivitas manusia

Melalui pendekatan tersebut, wilayah kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat kerawanan, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.

Mengapa Data Karhutla Sangat Penting?

Indonesia mengalami kebakaran hutan dan lahan hampir setiap musim kemarau. Wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua menjadi daerah yang paling sering terdampak karena memiliki hamparan hutan dan gambut yang luas.

Data spasial mengenai kerawanan kebakaran sangat penting untuk:

  • Menentukan prioritas pengawasan.
  • Menyusun rencana mitigasi.
  • Mengoptimalkan patroli lapangan.
  • Menentukan lokasi pembangunan infrastruktur pengendalian kebakaran.
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan menggunakan peta rawan kebakaran, berbagai pihak dapat mengurangi risiko kerugian ekonomi maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat kebakaran.



Gambaran Umum Dataset

Dataset ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Sumber Data: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
  • Skala Peta: 1:250.000
  • Format: ESRI Shapefile (.SHP)
  • Geometri: Polygon
  • Cakupan: Seluruh Indonesia

Setiap polygon merepresentasikan suatu zona dengan tingkat kerawanan kebakaran tertentu.

Struktur Data Shapefile


Insight Penting dari Dataset

1. Lahan Gambut Menjadi Faktor Risiko Utama

Sebagian besar kejadian kebakaran besar di Indonesia terjadi pada kawasan gambut karena gambut mudah terbakar dan api dapat menyala di bawah permukaan tanah.

2. Musim Kemarau Meningkatkan Risiko Karhutla

Wilayah dengan curah hujan rendah memiliki peluang kebakaran yang lebih tinggi.

3. GIS Menjadi Alat Utama Mitigasi Karhutla

Peta kerawanan memungkinkan pemerintah dan perusahaan melakukan patroli, pemantauan, serta penempatan sumber daya secara lebih efektif.

4. Data Spasial Mendukung Kebijakan Pencegahan

Pemerintah menggunakan data ini untuk menyusun strategi pencegahan kebakaran dan perlindungan kawasan hutan.

5. Data Sangat Penting bagi Dunia Usaha

Perusahaan kehutanan, perkebunan, dan pertambangan memanfaatkan data ini untuk memenuhi aspek pengelolaan lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi.

Keunggulan Dataset

  • Data resmi KLHK.
  • Update terbaru.
  • Cakupan seluruh Indonesia.
  • Skala 1:250.000.
  • Format SHP siap pakai.
  • Kompatibel dengan ArcGIS, QGIS, dan Global Mapper.
  • Cocok untuk Web GIS dan Dashboard Monitoring.
  • Mendukung analisis lingkungan dan mitigasi bencana. 

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia. Berdasarkan kondisi geologi regional, Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, sehingga menjadikan wilayah Indonesia sebagai bagian dari Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung api aktif, yang sebagian besar tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. Aktivitas vulkanik ini memberikan manfaat berupa kesuburan tanah dan potensi energi panas bumi, namun di sisi lain juga menimbulkan ancaman bencana seperti:

  • Letusan gunung api
  • Aliran lava
  • Awan panas (pyroclastic flow)
  • Lahar hujan
  • Lontaran batu pijar
  • Hujan abu vulkanik
  • Gas beracun

Untuk mendukung mitigasi bencana berbasis spasial, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Indonesia yang merupakan data resmi terbaru mengenai zona kerawanan gunung api di seluruh Indonesia.

Apa Itu Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api?

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api merupakan peta yang menggambarkan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bahaya erupsi gunung api berdasarkan karakteristik geologi, sejarah letusan, morfologi gunung api, serta jenis ancaman vulkanik.

Peta ini disusun berdasarkan hasil:

  • Pemetaan geologi gunung api
  • Sejarah erupsi
  • Analisis morfologi
  • Pengamatan aktivitas vulkanik
  • Kajian bahaya vulkanik

Setiap zona menunjukkan tingkat ancaman yang berbeda terhadap masyarakat dan infrastruktur.

Mengapa Data Kawasan Rawan Gunung Api Sangat Penting?

Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai letusan gunung api di Indonesia telah memberikan dampak besar terhadap masyarakat dan pembangunan.

Contohnya:

  • Erupsi Gunung Merapi
  • Gunung Sinabung
  • Gunung Semeru
  • Gunung Kelud
  • Gunung Agung
  • Gunung Anak Krakatau

Kerugian yang ditimbulkan meliputi:

  • Korban jiwa
  • Kerusakan permukiman
  • Gangguan transportasi
  • Kerusakan lahan pertanian
  • Gangguan industri
  • Penutupan bandara

Oleh karena itu, penggunaan data spasial kawasan rawan gunung api menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini terdiri dari dua layer utama:

1. Shapefile Polygon

Berisi batas Kawasan Rawan Bencana (KRB) di sekitar gunung api.

Digunakan untuk analisis zonasi bahaya.

2. Shapefile Point

Berisi lokasi gunung api aktif beserta atribut dasar mengenai masing-masing gunung.

Digunakan sebagai referensi lokasi pusat aktivitas vulkanik.



Struktur Data Shapefile Polygon



Kegunaan Data Kawasan Rawan Gunung Api

Dataset ini sangat bermanfaat untuk:

  • Penyusunan RTRW
  • Analisis AMDAL
  • Perencanaan permukiman
  • Perencanaan jalan
  • Pembangunan bendungan
  • Jalur evakuasi
  • Mitigasi bencana
  • Penelitian vulkanologi
  • Pengembangan wisata geologi

Keunggulan Dataset

✅ Data resmi Badan Geologi.

✅ Update terbaru.

✅ Tersedia layer Point dan Polygon.

✅ Kompatibel dengan ArcGIS & QGIS.

✅ Cocok untuk Web GIS.

✅ Digunakan sebagai acuan nasional mitigasi bencana.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Geologi Indonesia (Formasi dan Umur) Update Terbaru ESDM

Peta geologi merupakan salah satu data dasar paling penting dalam dunia geologi, pertambangan, energi, hidrogeologi, infrastruktur, hingga tata ruang. Sebelum suatu wilayah dikembangkan menjadi area pertambangan, perkebunan, kawasan industri, bendungan, jalan tol, maupun kawasan permukiman, para ahli terlebih dahulu mempelajari kondisi geologi yang mendasarinya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Geologi Indonesia (Formasi dan Umur) yang memuat informasi sebaran satuan batuan, formasi geologi, umur geologi, serta karakteristik geologi regional di seluruh Indonesia.

Dataset ini merupakan salah satu layer GIS paling penting bagi:

  • Perusahaan pertambangan
  • Perusahaan migas
  • Konsultan geologi
  • Konsultan GIS
  • Akademisi
  • Peneliti
  • Pemerintah daerah
  • Perusahaan konstruksi
  • Investor sektor sumber daya alam

Dengan format shapefile yang kompatibel dengan ArcGIS, QGIS, Global Mapper, dan berbagai software GIS lainnya, data ini menjadi referensi utama dalam analisis geologi nasional.



Mengapa Peta Geologi Sangat Penting?

Hampir seluruh sumber daya alam berasal dari proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun.

Contohnya:

  • Batubara terbentuk pada cekungan sedimen tertentu.
  • Nikel laterit berkembang di atas batuan ultramafik.
  • Emas banyak ditemukan pada sistem vulkanik dan hidrotermal.
  • Bauksit berkembang pada batuan tertentu yang mengalami pelapukan intensif.
  • Air tanah tersimpan pada formasi batuan yang memiliki porositas tinggi.

Karena itu, memahami geologi suatu wilayah merupakan langkah pertama dalam setiap proyek eksplorasi maupun pembangunan.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini berbentuk:

Geometri: Polygon

Sumber Data:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) – Badan Geologi

Cakupan:

Seluruh Indonesia

Format shapefile

Sistem Koordinat:

EPSG 4326 (WGS84)

Jumlah data:

Puluhan ribu polygon satuan geologi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Struktur Data Shapefile Peta Geologi Indonesia


Insight Penting dari Dataset Geologi Indonesia

1. Indonesia Didominasi Aktivitas Vulkanik

Sebagian besar wilayah Indonesia tersusun oleh batuan vulkanik muda akibat aktivitas Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Hal ini menjelaskan mengapa Indonesia kaya akan:

  • Emas
  • Tembaga
  • Nikel
  • Panas bumi

2. Formasi Sedimen Menjadi Kunci Batubara Nasional

Banyak cadangan batubara Indonesia berada pada:

  • Formasi Muaraenim
  • Formasi Talangakar
  • Formasi Tanjung

Formasi tersebut dapat diidentifikasi langsung melalui dataset ini.

3. Batuan Ultramafik Mengontrol Sebaran Nikel

Sebagian besar endapan nikel laterit Indonesia berkembang di atas:

  • Peridotit
  • Serpentinit
  • Dunit

Analisis geologi menjadi tahap awal eksplorasi nikel.

4. Geologi Menentukan Potensi Air Tanah

Produktivitas akuifer sangat dipengaruhi oleh jenis batuan penyusunnya.

5. Geologi Menentukan Risiko Bencana

Peta geologi digunakan dalam:

  • Analisis longsor
  • Analisis gempa
  • Analisis likuefaksi
  • Analisis vulkanik

Keunggulan Dataset Geologi Indonesia

✅ Data resmi ESDM.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai.

✅ Memuat formasi geologi nasional.

✅ Memuat umur geologi.

✅ Cocok untuk eksplorasi mineral.

✅ Mendukung studi geoteknik.

✅ Mendukung analisis hidrogeologi.

✅ Mendukung kajian tata ruang.

✅ Kompatibel dengan ArcGIS dan QGIS.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Lahan Gambut Seluruh Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem lahan gambut terluas di dunia. Kawasan gambut memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, mengatur tata air, serta mendukung keanekaragaman hayati yang unik. Oleh karena itu, pengelolaan lahan gambut menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Untuk mendukung perencanaan pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi perubahan iklim, serta kegiatan investasi yang sesuai regulasi, KLHK menyediakan Shapefile (SHP) Peta Lahan Gambut Indonesia yang dapat digunakan dalam berbagai analisis spasial menggunakan ArcGIS, QGIS, Global Mapper, MapInfo, maupun perangkat lunak GIS lainnya.

Dataset ini merupakan data spasial resmi yang memuat informasi sebaran lahan gambut di seluruh Indonesia beserta karakteristik geomorfologi, jenis tanah, relief, dan klasifikasi lahan yang sangat penting untuk berbagai sektor seperti kehutanan, perkebunan, pertambangan, tata ruang, lingkungan hidup, penelitian, hingga pembangunan infrastruktur.

Mengapa Data Lahan Gambut Sangat Penting?

Dalam banyak proyek pembangunan, keberadaan lahan gambut dapat menjadi faktor penentu kelayakan suatu wilayah.

Misalnya:

  • Perencanaan perkebunan sawit
  • Pembangunan jalan
  • Pembangunan kawasan industri
  • Pengembangan kawasan permukiman
  • Pembangunan tambang
  • Pembangunan pelabuhan
  • Pembangunan bendungan

Tanpa mengetahui kondisi gambut, proyek berisiko mengalami:

  • Penurunan tanah (subsidence)
  • Kerusakan lingkungan
  • Kegagalan konstruksi
  • Konflik regulasi
  • Pelanggaran tata ruang

Oleh karena itu, Peta Lahan Gambut KLHK menjadi salah satu layer GIS wajib dalam berbagai kajian teknis dan legal.



Gambaran Umum Dataset

Dataset ini berbentuk:

Geometri: Polygon dengan skala 1:25.000

Sumber Data:

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Cakupan: Seluruh Indonesia

Format shapefile

Struktur Data Shapefile Lahan Gambut Indonesia



Insight Penting Peta Lahan Gambut Indonesia

1. Indonesia Memiliki Salah Satu Cadangan Gambut Terbesar di Dunia

Sebagian besar gambut Indonesia berada di:

  • Kalimantan

Kawasan ini menyimpan cadangan karbon yang sangat besar.

2. Gambut Menjadi Faktor Penting dalam Investasi

Sebelum melakukan investasi pada sektor:

  • Perkebunan
  • Kehutanan
  • Tambang
  • Kawasan industri

Investor wajib mengetahui keberadaan lahan gambut untuk menghindari risiko lingkungan dan regulasi.

3. Gambut Berhubungan Langsung dengan Risiko Kebakaran

Wilayah gambut yang mengalami pengeringan sangat rentan terhadap:

  • Karhutla
  • Asap lintas wilayah
  • Kerusakan ekosistem

4. Gambut Menjadi Komponen Penting dalam RTRW

Dalam penyusunan RTRW dan RDTR, keberadaan gambut menjadi salah satu layer utama yang harus diperhatikan.

5. Gambut Menjadi Fokus Program Net Zero Emission

Karena menyimpan karbon dalam jumlah besar, pengelolaan gambut berperan penting dalam:

  • Mitigasi perubahan iklim
  • Pengurangan emisi karbon
  • Program ESG perusahaan

Keunggulan Dataset Peta Lahan Gambut KLHK

✅ Data resmi KLHK.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai dengan skala 1:25.000

✅ Dapat digunakan pada ArcGIS dan QGIS.

✅ Memuat klasifikasi geomorfologi gambut.

✅ Memuat klasifikasi tanah USDA.

✅ Mendukung analisis tata ruang.

✅ Mendukung kajian lingkungan.

✅ Mendukung perencanaan investasi.

✅ Cocok untuk sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan infrastruktur.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Indonesia Update Mei 2026

Dataset Strategis Pelabuhan Industri, Pertambangan, Energi, dan Logistik Nasional

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung kegiatan ekonomi, perdagangan, energi, dan industri. Sebagian besar komoditas strategis nasional seperti batubara, nikel, bauksit, minyak dan gas bumi, semen, hasil perkebunan, hingga produk manufaktur diangkut melalui jaringan pelabuhan khusus yang tersebar di seluruh Indonesia.


Untuk mendukung pengelolaan dan pengawasan infrastruktur logistik tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Indonesia Update Mei 2026.

Dataset ini merupakan data spasial resmi yang memuat lokasi pelabuhan khusus dan TUKS yang digunakan oleh berbagai sektor industri seperti:

  • Pertambangan Nikel
  • Pertambangan Batubara
  • Migas
  • Smelter
  • Industri Semen
  • Pembangkit Listrik
  • Logistik Industri
  • Galangan Kapal
  • Industri Kimia
  • Industri Manufaktur

Apa Itu Terminal Khusus (Tersus)?

Terminal Khusus (Tersus) adalah terminal yang terletak di luar Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk menunjang kegiatan tertentu sesuai usaha pokoknya.

Contohnya:

  • Terminal khusus tambang nikel
  • Terminal khusus batubara
  • Terminal khusus migas
  • Terminal khusus PLTU
  • Terminal khusus smelter

Terminal ini biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan tertentu.



Mengapa Data Pelabuhan Tersus dan TUKS Sangat Penting?

Sebagian besar industri ekstraktif Indonesia sangat bergantung pada pelabuhan khusus.

Sebagai contoh:

  • Tambang nikel membutuhkan jetty untuk pengiriman ore dan ferronickel.
  • Tambang batubara membutuhkan pelabuhan khusus untuk ekspor.
  • Smelter membutuhkan pelabuhan untuk menerima bahan baku dan mengirim produk.
  • Industri semen membutuhkan pelabuhan untuk distribusi klinker dan semen.

Karena itu, lokasi pelabuhan sering menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan suatu proyek industri maupun pertambangan.

Gambaran Umum Dataset

Berdasarkan struktur atribut pada shapefile, dataset ini berbentuk:

Geometri: Point

Jumlah data:

1.197 Pelabuhan Tersus dan TUKS

Update Mei 2026

Sumber Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Setiap titik mewakili lokasi pelabuhan khusus atau terminal untuk kepentingan sendiri yang telah terdaftar secara resmi.

Struktur Data Shapefile Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)


Insight Penting dari Dataset

1. Industri Pertambangan Mendominasi

Sebagian besar pelabuhan khusus digunakan oleh sektor:

  • Nikel, Batubara, Migas

Hal ini menunjukkan tingginya ketergantungan sektor ekstraktif terhadap transportasi laut.

2. Sulawesi Menjadi Pusat Pelabuhan Nikel

Banyak Tersus berada di:

  • Kolaka, Pomalaa, Morowali, Konawe, Kendari

Sejalan dengan perkembangan industri hilirisasi nikel nasional.

3. Pelabuhan Menjadi Kunci Hilirisasi

Smelter membutuhkan:

  • Pasokan bahan baku, Distribusi produk, Transportasi alat berat.

Karena itu sebagian besar kawasan industri nikel memiliki terminal khusus sendiri.

4. Infrastruktur Laut Menentukan Nilai Investasi

Tambang dengan akses pelabuhan sendiri memiliki:

  • Biaya logistik lebih rendah, Efisiensi operasional lebih tinggi, Daya saing ekspor lebih baik.

5. Pelabuhan Energi Tersebar di Seluruh Indonesia

Data menunjukkan keberadaan terminal:

  • PLTU, LNG, Migas

yang menjadi bagian penting ketahanan energi nasional.

Keunggulan Dataset Pelabuhan Tersus dan TUKS Indonesia

✅ Data resmi ESDM.

✅ Update Mei 2026.

✅ Memuat 1.197 pelabuhan khusus dan TUKS.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap digunakan.

✅ Kompatibel dengan ArcGIS dan QGIS.

✅ Memuat informasi perusahaan pemilik.

✅ Memuat jenis terminal.

✅ Memuat sektor industri pengguna.

✅ Cocok untuk analisis investasi dan logistik.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Industri Eksisting Skala 1:50.000 Indonesia Update 2026

Dataset Geospasial Strategis untuk Analisis Investasi, Industri, Infrastruktur, dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Indonesia.

Perkembangan sektor industri menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan industri sebagai pusat kegiatan manufaktur, logistik, pengolahan sumber daya alam, hilirisasi mineral, industri teknologi, hingga industri ekspor.

Untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan kawasan industri secara nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Kawasan Industri Eksisting Skala 1:50.000 Indonesia Update 2026 yang memuat informasi spasial mengenai lokasi, batas kawasan, pengelola, luas kawasan, serta persebaran kawasan industri aktif di seluruh Indonesia.



Mengapa Data Kawasan Industri Sangat Penting?

Banyak keputusan investasi ditentukan oleh lokasi kawasan industri.

Investor biasanya mempertimbangkan:

  • Ketersediaan lahan industri.
  • Akses jalan nasional.
  • Kedekatan dengan pelabuhan.
  • Kedekatan dengan bandara.
  • Ketersediaan tenaga kerja.
  • Infrastruktur utilitas.

Melalui dataset Kawasan Industri Eksisting Kemenperin, pengguna dapat melakukan analisis spasial secara cepat dan akurat sebelum mengambil keputusan investasi.

Gambaran Umum Dataset

Berdasarkan struktur atribut yang terlihat pada shapefile, dataset ini berisi polygon kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data mencakup:

  • Nama kawasan industri.
  • Pengelola kawasan.
  • Kabupaten/Kota.
  • Provinsi.
  • Luas kawasan.
  • Kode objek geospasial.

Setiap polygon menunjukkan batas resmi kawasan industri yang telah teridentifikasi oleh Kementerian Perindustrian.

Struktur Data Shapefile Kawasan Industri Eksisting


Kegunaan Shapefile Kawasan Industri

1. Analisis Lokasi Investasi

Investor dapat menentukan lokasi terbaik untuk:

  • Pabrik.
  • Gudang.
  • Logistik.
  • Industri pengolahan.

2. Studi Kelayakan Industri

Menilai:

  • Ketersediaan lahan.
  • Infrastruktur.
  • Akses pasar.

3. Analisis Tata Ruang

Mengidentifikasi hubungan kawasan industri dengan:

  • RTRW.
  • RDTR.
  • Kawasan hutan.
  • Kawasan lindung.

4. Perencanaan Infrastruktur

Membantu dalam pembangunan:

  • Jalan.
  • Pelabuhan.
  • Rel kereta api.
  • Jaringan listrik.

5. Analisis Supply Chain

Memahami hubungan antara:

  • Kawasan industri.
  • Pelabuhan.
  • Bandara.
  • Pusat distribusi.

Insight Penting Kawasan Industri Indonesia

1. Jawa Barat Tetap Menjadi Pusat Industri Nasional

Kabupaten Bekasi dan Karawang masih menjadi lokasi dengan konsentrasi kawasan industri terbesar di Indonesia.

2. Batam Menjadi Hub Industri dan Ekspor

Kedekatan dengan Singapura menjadikan Batam sebagai salah satu pusat investasi manufaktur terbesar.

3. Hilirisasi Mineral Mendorong Kawasan Industri Baru

Pertumbuhan kawasan industri berbasis nikel berkembang pesat di:

  • Morowali
  • Konawe
  • Halmahera

4. Kawasan Industri Semakin Bergeser ke Luar Jawa

Pemerintah mendorong pemerataan investasi melalui pembangunan kawasan industri di:

  • Sulawesi
  • Kalimantan
  • Maluku
  • Papua

5. Infrastruktur Menjadi Faktor Utama Pertumbuhan Kawasan

Sebagian besar kawasan industri berkembang di dekat:

  • Jalan tol.
  • Pelabuhan.
  • Bandara.
  • Pusat kota.

Keunggulan Dataset Kawasan Industri Kemenperin

✅ Data resmi Kementerian Perindustrian Update 2026.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai.

✅ Dapat digunakan di ArcGIS dan QGIS.

✅ Memuat informasi pengelola kawasan.

✅ Memuat luas kawasan industri.

✅ Cocok untuk kebutuhan investasi dan tata ruang.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Seluruh Indonesia

Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan vital dalam mendukung kehidupan manusia, pertanian, industri, pertambangan, energi, hingga pembangunan infrastruktur. Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tantangan perubahan iklim, informasi mengenai keberadaan dan produktivitas akuifer menjadi semakin penting.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Indonesia yang memuat informasi spasial mengenai karakteristik akuifer di seluruh wilayah Indonesia.

Dataset ini merupakan salah satu data geospasial yang sangat penting bagi berbagai sektor karena mampu memberikan gambaran mengenai potensi air tanah, jenis akuifer, produktivitas akuifer, hingga estimasi debit air yang dapat dimanfaatkan.

Apa Itu Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer?

Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer adalah peta yang menggambarkan kemampuan suatu lapisan batuan atau material geologi dalam menyimpan dan mengalirkan air tanah.

Dalam ilmu hidrogeologi, akuifer merupakan lapisan geologi yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah dalam jumlah ekonomis.

Produktivitas akuifer menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu akuifer menghasilkan air tanah yang dapat dimanfaatkan.

Secara umum, akuifer dapat dibedakan menjadi:

  • Akuifer produktif tinggi
  • Akuifer produktif sedang
  • Akuifer produktif rendah
  • Akuifer setempat produktif
  • Akuifer langka
  • Daerah tanpa akuifer signifikan

Informasi ini sangat penting untuk menentukan lokasi pengeboran sumur, pengembangan kawasan industri, penyediaan air bersih, hingga studi kelayakan investasi.



Mengapa Data Produktivitas Akuifer Sangat Penting?

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan adalah ketersediaan sumber air yang berkelanjutan.

Banyak proyek mengalami kendala karena:

  • Kekurangan air tanah.
  • Debit sumur tidak mencukupi.
  • Penurunan muka air tanah.
  • Salah menentukan lokasi pengeboran.
  • Biaya eksplorasi yang tinggi.

Dengan menggunakan Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer, pengguna dapat mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi air tanah terbaik sebelum melakukan investasi atau pengembangan proyek.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini berbentuk polygon yang menggambarkan zona hidrogeologi di seluruh Indonesia.

Setiap polygon memiliki atribut yang menjelaskan:

  • Sistem akuifer.
  • Produktivitas akuifer.
  • Tingkat keterusan akuifer.
  • Estimasi debit.
  • Pulau.
  • Informasi hidrogeologi lainnya.

Berdasarkan struktur atribut yang terlihat pada dataset, data ini disusun berdasarkan standar hidrogeologi nasional yang digunakan oleh Badan Geologi ESDM.

Struktur Data Shapefile Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer


Insight Penting dari Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Indonesia

1. Tidak Semua Wilayah Memiliki Potensi Air Tanah yang Sama

Wilayah Indonesia memiliki kondisi geologi yang sangat beragam sehingga produktivitas akuifer berbeda-beda.

2. Zona Vulkanik Umumnya Memiliki Potensi Air Tanah Tinggi

Daerah gunung api muda sering menjadi lokasi akuifer produktif dengan debit besar.

3. Kawasan Karst Menyimpan Air Tanah Dalam Jumlah Besar

Wilayah karst seperti Gunung Sewu dan Maros memiliki sistem akuifer yang unik dan produktif.

4. Papua dan Wilayah Pegunungan Memiliki Banyak Akuifer Celahan

Air tanah tersimpan dalam sistem rekahan batuan.

5. Air Tanah Menjadi Faktor Penting dalam Investasi

Ketersediaan air sering menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan investasi industri dan pertambangan.

Keunggulan Dataset Hidrogeologi ESDM

✅ Data resmi pemerintah.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai.

✅ Dapat digunakan di ArcGIS, QGIS, Global Mapper dan Mapinfo.

✅ Mendukung analisis hidrogeologi nasional.

✅ Cocok untuk kebutuhan akademik dan profesional.

✅ Menjadi referensi utama dalam studi air tanah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: