Shapefile (SHP) Peta Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Indonesia Update Mei 2026

Dataset Strategis Pelabuhan Industri, Pertambangan, Energi, dan Logistik Nasional

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung kegiatan ekonomi, perdagangan, energi, dan industri. Sebagian besar komoditas strategis nasional seperti batubara, nikel, bauksit, minyak dan gas bumi, semen, hasil perkebunan, hingga produk manufaktur diangkut melalui jaringan pelabuhan khusus yang tersebar di seluruh Indonesia.


Untuk mendukung pengelolaan dan pengawasan infrastruktur logistik tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Indonesia Update Mei 2026.

Dataset ini merupakan data spasial resmi yang memuat lokasi pelabuhan khusus dan TUKS yang digunakan oleh berbagai sektor industri seperti:

  • Pertambangan Nikel
  • Pertambangan Batubara
  • Migas
  • Smelter
  • Industri Semen
  • Pembangkit Listrik
  • Logistik Industri
  • Galangan Kapal
  • Industri Kimia
  • Industri Manufaktur

Apa Itu Terminal Khusus (Tersus)?

Terminal Khusus (Tersus) adalah terminal yang terletak di luar Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk menunjang kegiatan tertentu sesuai usaha pokoknya.

Contohnya:

  • Terminal khusus tambang nikel
  • Terminal khusus batubara
  • Terminal khusus migas
  • Terminal khusus PLTU
  • Terminal khusus smelter

Terminal ini biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan tertentu.



Mengapa Data Pelabuhan Tersus dan TUKS Sangat Penting?

Sebagian besar industri ekstraktif Indonesia sangat bergantung pada pelabuhan khusus.

Sebagai contoh:

  • Tambang nikel membutuhkan jetty untuk pengiriman ore dan ferronickel.
  • Tambang batubara membutuhkan pelabuhan khusus untuk ekspor.
  • Smelter membutuhkan pelabuhan untuk menerima bahan baku dan mengirim produk.
  • Industri semen membutuhkan pelabuhan untuk distribusi klinker dan semen.

Karena itu, lokasi pelabuhan sering menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan suatu proyek industri maupun pertambangan.

Gambaran Umum Dataset

Berdasarkan struktur atribut pada shapefile, dataset ini berbentuk:

Geometri: Point

Jumlah data:

1.197 Pelabuhan Tersus dan TUKS

Update Mei 2026

Sumber Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Setiap titik mewakili lokasi pelabuhan khusus atau terminal untuk kepentingan sendiri yang telah terdaftar secara resmi.

Struktur Data Shapefile Pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)


Insight Penting dari Dataset

1. Industri Pertambangan Mendominasi

Sebagian besar pelabuhan khusus digunakan oleh sektor:

  • Nikel, Batubara, Migas

Hal ini menunjukkan tingginya ketergantungan sektor ekstraktif terhadap transportasi laut.

2. Sulawesi Menjadi Pusat Pelabuhan Nikel

Banyak Tersus berada di:

  • Kolaka, Pomalaa, Morowali, Konawe, Kendari

Sejalan dengan perkembangan industri hilirisasi nikel nasional.

3. Pelabuhan Menjadi Kunci Hilirisasi

Smelter membutuhkan:

  • Pasokan bahan baku, Distribusi produk, Transportasi alat berat.

Karena itu sebagian besar kawasan industri nikel memiliki terminal khusus sendiri.

4. Infrastruktur Laut Menentukan Nilai Investasi

Tambang dengan akses pelabuhan sendiri memiliki:

  • Biaya logistik lebih rendah, Efisiensi operasional lebih tinggi, Daya saing ekspor lebih baik.

5. Pelabuhan Energi Tersebar di Seluruh Indonesia

Data menunjukkan keberadaan terminal:

  • PLTU, LNG, Migas

yang menjadi bagian penting ketahanan energi nasional.

Keunggulan Dataset Pelabuhan Tersus dan TUKS Indonesia

✅ Data resmi ESDM.

✅ Update Mei 2026.

✅ Memuat 1.197 pelabuhan khusus dan TUKS.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap digunakan.

✅ Kompatibel dengan ArcGIS dan QGIS.

✅ Memuat informasi perusahaan pemilik.

✅ Memuat jenis terminal.

✅ Memuat sektor industri pengguna.

✅ Cocok untuk analisis investasi dan logistik.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Industri Eksisting Skala 1:50.000 Indonesia Update 2026

Dataset Geospasial Strategis untuk Analisis Investasi, Industri, Infrastruktur, dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Indonesia.

Perkembangan sektor industri menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan industri sebagai pusat kegiatan manufaktur, logistik, pengolahan sumber daya alam, hilirisasi mineral, industri teknologi, hingga industri ekspor.

Untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan kawasan industri secara nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyediakan Shapefile (SHP) Peta Kawasan Industri Eksisting Skala 1:50.000 Indonesia Update 2026 yang memuat informasi spasial mengenai lokasi, batas kawasan, pengelola, luas kawasan, serta persebaran kawasan industri aktif di seluruh Indonesia.



Mengapa Data Kawasan Industri Sangat Penting?

Banyak keputusan investasi ditentukan oleh lokasi kawasan industri.

Investor biasanya mempertimbangkan:

  • Ketersediaan lahan industri.
  • Akses jalan nasional.
  • Kedekatan dengan pelabuhan.
  • Kedekatan dengan bandara.
  • Ketersediaan tenaga kerja.
  • Infrastruktur utilitas.

Melalui dataset Kawasan Industri Eksisting Kemenperin, pengguna dapat melakukan analisis spasial secara cepat dan akurat sebelum mengambil keputusan investasi.

Gambaran Umum Dataset

Berdasarkan struktur atribut yang terlihat pada shapefile, dataset ini berisi polygon kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data mencakup:

  • Nama kawasan industri.
  • Pengelola kawasan.
  • Kabupaten/Kota.
  • Provinsi.
  • Luas kawasan.
  • Kode objek geospasial.

Setiap polygon menunjukkan batas resmi kawasan industri yang telah teridentifikasi oleh Kementerian Perindustrian.

Struktur Data Shapefile Kawasan Industri Eksisting


Kegunaan Shapefile Kawasan Industri

1. Analisis Lokasi Investasi

Investor dapat menentukan lokasi terbaik untuk:

  • Pabrik.
  • Gudang.
  • Logistik.
  • Industri pengolahan.

2. Studi Kelayakan Industri

Menilai:

  • Ketersediaan lahan.
  • Infrastruktur.
  • Akses pasar.

3. Analisis Tata Ruang

Mengidentifikasi hubungan kawasan industri dengan:

  • RTRW.
  • RDTR.
  • Kawasan hutan.
  • Kawasan lindung.

4. Perencanaan Infrastruktur

Membantu dalam pembangunan:

  • Jalan.
  • Pelabuhan.
  • Rel kereta api.
  • Jaringan listrik.

5. Analisis Supply Chain

Memahami hubungan antara:

  • Kawasan industri.
  • Pelabuhan.
  • Bandara.
  • Pusat distribusi.

Insight Penting Kawasan Industri Indonesia

1. Jawa Barat Tetap Menjadi Pusat Industri Nasional

Kabupaten Bekasi dan Karawang masih menjadi lokasi dengan konsentrasi kawasan industri terbesar di Indonesia.

2. Batam Menjadi Hub Industri dan Ekspor

Kedekatan dengan Singapura menjadikan Batam sebagai salah satu pusat investasi manufaktur terbesar.

3. Hilirisasi Mineral Mendorong Kawasan Industri Baru

Pertumbuhan kawasan industri berbasis nikel berkembang pesat di:

  • Morowali
  • Konawe
  • Halmahera

4. Kawasan Industri Semakin Bergeser ke Luar Jawa

Pemerintah mendorong pemerataan investasi melalui pembangunan kawasan industri di:

  • Sulawesi
  • Kalimantan
  • Maluku
  • Papua

5. Infrastruktur Menjadi Faktor Utama Pertumbuhan Kawasan

Sebagian besar kawasan industri berkembang di dekat:

  • Jalan tol.
  • Pelabuhan.
  • Bandara.
  • Pusat kota.

Keunggulan Dataset Kawasan Industri Kemenperin

✅ Data resmi Kementerian Perindustrian Update 2026.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai.

✅ Dapat digunakan di ArcGIS dan QGIS.

✅ Memuat informasi pengelola kawasan.

✅ Memuat luas kawasan industri.

✅ Cocok untuk kebutuhan investasi dan tata ruang.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Seluruh Indonesia

Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan vital dalam mendukung kehidupan manusia, pertanian, industri, pertambangan, energi, hingga pembangunan infrastruktur. Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tantangan perubahan iklim, informasi mengenai keberadaan dan produktivitas akuifer menjadi semakin penting.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Indonesia yang memuat informasi spasial mengenai karakteristik akuifer di seluruh wilayah Indonesia.

Dataset ini merupakan salah satu data geospasial yang sangat penting bagi berbagai sektor karena mampu memberikan gambaran mengenai potensi air tanah, jenis akuifer, produktivitas akuifer, hingga estimasi debit air yang dapat dimanfaatkan.

Apa Itu Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer?

Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer adalah peta yang menggambarkan kemampuan suatu lapisan batuan atau material geologi dalam menyimpan dan mengalirkan air tanah.

Dalam ilmu hidrogeologi, akuifer merupakan lapisan geologi yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah dalam jumlah ekonomis.

Produktivitas akuifer menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu akuifer menghasilkan air tanah yang dapat dimanfaatkan.

Secara umum, akuifer dapat dibedakan menjadi:

  • Akuifer produktif tinggi
  • Akuifer produktif sedang
  • Akuifer produktif rendah
  • Akuifer setempat produktif
  • Akuifer langka
  • Daerah tanpa akuifer signifikan

Informasi ini sangat penting untuk menentukan lokasi pengeboran sumur, pengembangan kawasan industri, penyediaan air bersih, hingga studi kelayakan investasi.



Mengapa Data Produktivitas Akuifer Sangat Penting?

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan adalah ketersediaan sumber air yang berkelanjutan.

Banyak proyek mengalami kendala karena:

  • Kekurangan air tanah.
  • Debit sumur tidak mencukupi.
  • Penurunan muka air tanah.
  • Salah menentukan lokasi pengeboran.
  • Biaya eksplorasi yang tinggi.

Dengan menggunakan Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer, pengguna dapat mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi air tanah terbaik sebelum melakukan investasi atau pengembangan proyek.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini berbentuk polygon yang menggambarkan zona hidrogeologi di seluruh Indonesia.

Setiap polygon memiliki atribut yang menjelaskan:

  • Sistem akuifer.
  • Produktivitas akuifer.
  • Tingkat keterusan akuifer.
  • Estimasi debit.
  • Pulau.
  • Informasi hidrogeologi lainnya.

Berdasarkan struktur atribut yang terlihat pada dataset, data ini disusun berdasarkan standar hidrogeologi nasional yang digunakan oleh Badan Geologi ESDM.

Struktur Data Shapefile Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer


Insight Penting dari Peta Hidrogeologi Produktivitas Akuifer Indonesia

1. Tidak Semua Wilayah Memiliki Potensi Air Tanah yang Sama

Wilayah Indonesia memiliki kondisi geologi yang sangat beragam sehingga produktivitas akuifer berbeda-beda.

2. Zona Vulkanik Umumnya Memiliki Potensi Air Tanah Tinggi

Daerah gunung api muda sering menjadi lokasi akuifer produktif dengan debit besar.

3. Kawasan Karst Menyimpan Air Tanah Dalam Jumlah Besar

Wilayah karst seperti Gunung Sewu dan Maros memiliki sistem akuifer yang unik dan produktif.

4. Papua dan Wilayah Pegunungan Memiliki Banyak Akuifer Celahan

Air tanah tersimpan dalam sistem rekahan batuan.

5. Air Tanah Menjadi Faktor Penting dalam Investasi

Ketersediaan air sering menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan investasi industri dan pertambangan.

Keunggulan Dataset Hidrogeologi ESDM

✅ Data resmi pemerintah.

✅ Cakupan seluruh Indonesia.

✅ Format SHP siap pakai.

✅ Dapat digunakan di ArcGIS, QGIS, Global Mapper dan Mapinfo.

✅ Mendukung analisis hidrogeologi nasional.

✅ Cocok untuk kebutuhan akademik dan profesional.

✅ Menjadi referensi utama dalam studi air tanah.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Seluruh Indonesia

Dalam proses pembangunan nasional, tata ruang memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar pengendalian pemanfaatan ruang. Setiap kegiatan pembangunan, baik sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, industri, infrastruktur, energi, maupun permukiman harus mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku.

Untuk mendukung penyelenggaraan penataan ruang secara nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan Shapefile (SHP) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Indonesia yang berisi informasi spasial mengenai pola ruang dan struktur ruang pada seluruh provinsi di Indonesia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting karena digunakan sebagai dasar dalam:

  • Penyusunan perizinan berusaha.
  • Evaluasi kesesuaian lahan.
  • Analisis investasi.
  • Perencanaan pembangunan daerah.
  • Kajian lingkungan hidup.
  • Penyusunan dokumen AMDAL.
  • Pengelolaan sumber daya alam.

Bagi perusahaan, konsultan, pemerintah, akademisi, maupun praktisi GIS, data RTRW Provinsi merupakan salah satu layer wajib dalam setiap analisis spasial yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang.

Mengapa Data RTRW Sangat Penting?

Banyak proyek gagal atau mengalami hambatan perizinan karena tidak sesuai dengan tata ruang yang berlaku.

Contohnya:

  • Tambang berada di kawasan konservasi.
  • Perkebunan berada di kawasan lindung.
  • Industri dibangun pada zona pertanian pangan.
  • Infrastruktur melewati kawasan hutan lindung.

Dengan menggunakan data RTRW sejak tahap awal perencanaan, risiko tersebut dapat diminimalkan.



Gambaran Umum Dataset RTRW Provinsi ATR/BPN

Dataset RTRW Provinsi Indonesia berisi ribuan polygon yang menggambarkan berbagai zona pemanfaatan ruang.

Berdasarkan atribut yang terlihat pada gambar, dataset ini memuat informasi seperti:

  • Nama kawasan.
  • Peruntukan ruang.
  • Provinsi.
  • Dasar hukum.
  • Kategori tata ruang.
  • Sistem klasifikasi RTRW.

Jenis Geometri:

Polygon

Setiap polygon mewakili suatu zona tata ruang tertentu.

Struktur Data Shapefile RTRW Provinsi


Insight Penting dari Data RTRW Provinsi Indonesia

1. Tata Ruang Menjadi Faktor Utama dalam Perizinan

Saat ini hampir seluruh izin berusaha wajib mengacu pada RTRW dan RDTR.

Ketidaksesuaian tata ruang dapat menyebabkan:

  • penolakan izin,
  • revisi desain proyek,
  • sengketa lahan.

2. Kawasan Lindung Masih Mendominasi Banyak Provinsi

Provinsi dengan tutupan hutan tinggi seperti:

  • Papua,
  • Papua Tengah,
  • Papua Pegunungan,
  • Papua Selatan,
  • Papua Barat,

masih memiliki porsi kawasan lindung yang sangat besar.

3. Kawasan Pertambangan Tidak Selalu Dapat Ditambang

Walaupun suatu wilayah memiliki WIUP, kegiatan pertambangan tetap harus sesuai dengan RTRW yang berlaku.

4. Kawasan Industri Terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Koridor Ekonomi Utama

Sebagian besar kawasan industri nasional berada di:

  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah

5. GIS Menjadi Alat Utama Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Saat ini hampir seluruh evaluasi tata ruang dilakukan menggunakan GIS melalui proses overlay berbagai layer spasial.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara Indonesia Update Mei 2026

Dalam industri pertambangan modern, keberhasilan eksplorasi sangat bergantung pada pemahaman kondisi geologi suatu wilayah. Salah satu data geospasial yang paling penting dalam tahap eksplorasi adalah Peta Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara. Data ini menggambarkan satuan batuan atau formasi geologi yang memiliki potensi menjadi pembawa endapan mineral maupun batubara berdasarkan sejarah geologi, litologi, umur batuan, serta lingkungan pengendapannya.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Formasi Pembawa Mineral dan Batubara Indonesia Update 19 Mei 2026. Dataset ini merupakan pembaruan terbaru yang memuat informasi spasial mengenai formasi geologi yang berasosiasi dengan berbagai komoditas tambang seperti emas, tembaga, nikel, timah, mangan, bauksit, hingga batubara.



Mengapa Dataset Ini Penting?

Dalam industri pertambangan, eksplorasi merupakan tahapan dengan biaya dan risiko tertinggi.

Sebelum melakukan:

  • Survei geologi,
  • Pemetaan detail,
  • Pengeboran eksplorasi,
  • Studi kelayakan,

Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu apakah suatu wilayah berada pada formasi geologi yang prospektif.

Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Gambaran Umum Dataset

Dataset ini merupakan data geospasial resmi ESDM yang menggambarkan:

  • Sebaran formasi pembawa mineral logam.
  • Sebaran formasi pembawa batubara.
  • Hubungan formasi dengan komoditas tertentu.
  • Umur geologi formasi.
  • Karakteristik batuan.
  • Klasifikasi geologi.

Jenis geometri Polygon artinya setiap objek menggambarkan batas suatu formasi geologi.

Struktur Data Shapefile Formasi Pembawa Mineral dan Batubara


Insight Penting dari Dataset Formasi Pembawa Mineral Logam dan Batubara

1. Sebagian Besar Batubara Indonesia Berasal dari Formasi Sedimen Tersier

Formasi seperti Muaraenim dan Talangakar masih menjadi target utama industri batubara nasional.

2. Umur Geologi Menjadi Faktor Penting

Sebagian besar formasi pembawa batubara berada pada:

  • Oligosen
  • Miosen
  • Pliosen

Periode ini merupakan masa pembentukan rawa gambut purba yang kemudian berubah menjadi batubara.

3. Banyak Formasi Memiliki Potensi Multi-Komoditas

Beberapa formasi tidak hanya mengandung batubara tetapi juga:

  • emas,
  • merkuri,
  • logam dasar lainnya.

4. Data Geologi Regional Masih Menjadi Dasar Eksplorasi Modern

Meskipun teknologi eksplorasi berkembang pesat, formasi geologi tetap menjadi indikator utama dalam pencarian sumber daya mineral.

5. GIS Menjadi Kunci Eksplorasi Mineral Masa Kini

Integrasi formasi pembawa dengan:

  • citra satelit,
  • geofisika,
  • geokimia,
  • data pengeboran,

Dapat meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi secara signifikan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia. Letak Indonesia yang berada pada jalur cincin api dunia (Ring of Fire) menjadikan negara ini memiliki ribuan manifestasi panas bumi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Potensi tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan paling strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Untuk mendukung pengelolaan sumber daya panas bumi secara terintegrasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menyediakan Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia yang memuat informasi spasial mengenai lokasi prospek panas bumi, tingkat sumber daya, status survei, temperatur reservoir, hingga estimasi potensi energi yang tersedia.

Dataset ini menjadi salah satu data geospasial paling penting bagi perusahaan pengembang panas bumi, investor energi, konsultan GIS, akademisi, pemerintah daerah, hingga lembaga penelitian yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Mengapa Data Panas Bumi Sangat Penting?

Dalam konteks transisi energi nasional, panas bumi memiliki beberapa keunggulan:

Energi Terbarukan

Tidak bergantung pada bahan bakar fosil.

Energi Baseline

Mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari.

Emisi Rendah

Menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding PLTU batu bara.

Potensi Sangat Besar

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia.

Mendukung Net Zero Emission

Menjadi salah satu sumber energi utama dalam roadmap energi hijau nasional.



Gambaran Umum Dataset Peta Sumber Daya Panas Bumi Indonesia

Dataset ini disediakan oleh ESDM dan memuat:

  • Lokasi prospek panas bumi
  • Status pengembangan
  • Tingkat sumber daya
  • Temperatur reservoir
  • Potensi listrik
  • Kapasitas terpasang
  • Informasi survei

Jenis geometri:

Point

Jumlah titik prospek:

Lebih dari 350 lokasi panas bumi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Panas Bumi


Insight Penting dari Dataset Panas Bumi Indonesia

1. Indonesia Masih Menyimpan Potensi Panas Bumi Sangat Besar

Sebagian besar prospek masih berada pada tahap survei dan belum dimanfaatkan secara optimal.

2. Jawa Barat Menjadi Pusat Industri Geothermal Nasional

Beberapa lapangan terbesar berada di:

  • Kamojang
  • Darajat
  • Wayang Windu
  • Gunung Salak

3. Banyak Prospek Berada pada Temperatur Tinggi

Beberapa lokasi memiliki temperatur reservoir:

  • 240°C
  • 250°C
  • 260°C
  • 280°C+

Temperatur ini sangat ideal untuk pembangkit listrik skala besar.

4. Potensi Energi Hijau Sangat Menjanjikan

Geothermal merupakan sumber energi yang dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

5. Wilayah Timur Indonesia Menjadi Frontier Baru

Prospek di:

  • NTT
  • Sulawesi
  • Maluku

Diperkirakan menjadi pusat pengembangan geothermal masa depan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update Mei 2026

Industri smelter merupakan tulang punggung program hilirisasi mineral Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sebelum diekspor atau digunakan sebagai bahan baku industri dalam negeri.

Sebagai bagian dari transparansi dan pengelolaan data sektor pertambangan nasional, ESDM merilis Shapefile (SHP) Peta Smelter Seluruh Indonesia Update 19 Mei 2026 yang memuat informasi spasial dan atribut lengkap mengenai lokasi smelter yang beroperasi, sedang dibangun, maupun dalam tahap pengembangan di seluruh Indonesia.

Dataset ini mencakup 53 smelter aktif dan proyek smelter nasional yang tersebar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Papua.

Gambaran Umum Dataset Peta Smelter Indonesia 2026

Dataset ini merupakan pembaruan resmi dari ESDM per 19 Mei 2026

Jumlah fasilitas yang tercatat 53 Smelter Nasional

Data disajikan dalam format ESRI Shapefile (.shp)

Jenis geometri Point Setiap titik mewakili lokasi fasilitas smelter di Indonesia.



Mengapa Data Smelter Penting?

Dalam era hilirisasi mineral, lokasi smelter menjadi faktor penting dalam:

  • Perencanaan investasi;
  • Pembangunan kawasan industri;
  • Analisis rantai pasok;
  • Studi kelayakan tambang;
  • Pengembangan infrastruktur logistik;
  • Perencanaan energi.

Keberadaan smelter menentukan arah pengembangan industri mineral Indonesia selama beberapa dekade ke depan.


Struktur Data Shapefile Smelter Indonesia

Berikut atribut tabel penting yang perlu anda ketahui.

1. perusahaan

Nama perusahaan pemilik atau pengelola smelter.

Contoh:

  • Bintang Smelter Indonesia
  • Cahaya Modern Metal Industri
  • Virtue Dragon Nickel Industry
  • Vale Indonesia Tbk
  • Tsingshan Steel Indonesia
  • Weda Bay Nickel
  • Freeport Indonesia

Kolom ini merupakan informasi utama dalam identifikasi fasilitas.

2. Jenis_BU

Jenis badan usaha.

Contoh:

  • PT

Kolom ini menunjukkan bentuk badan hukum perusahaan.

3. ID Perizin

Nomor identifikasi perizinan smelter.

Digunakan untuk keperluan administrasi dan pengawasan.

4. komoditas_

Kode komoditas yang diolah.

Pada dataset ini ditemukan beberapa komoditas utama seperti:

  • Nikel
  • Bauksit
  • Tembaga
  • Seng
  • Besi
  • Mangan

5. kapasitas

Kapasitas desain smelter.

Biasanya dinyatakan dalam ton per tahun.

Contoh:

  • 250.000 ton
  • 1.000.000 ton
  • 3.000.000 ton
  • 4.500.000 ton

Semakin besar kapasitas, semakin besar kemampuan pengolahan bahan baku mineral.

6. progress_p

Persentase progres pembangunan smelter.

Contoh:

  • 22%
  • 45%
  • 66%
  • 97%
  • 100%

Interpretasi:

  • 0–50% = tahap konstruksi awal
  • 50–99% = mendekati operasional
  • 100% = sudah beroperasi

7. tahun_sele

Tahun target penyelesaian proyek.

Contoh:

  • 2021
  • 2022
  • 2023

8. tahun

Tahun pembangunan atau pencatatan proyek.

9. nama_kabko

Kabupaten/Kota lokasi smelter.

Contoh:

  • Kab. Morowali
  • Kab. Konawe Selatan
  • Kab. Halmahera Tengah
  • Kab. Sanggau
  • Kab. Gresik

Kolom ini penting untuk analisis wilayah administrasi.

10. nama_provi

Nama provinsi lokasi smelter.

Contoh:

  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Kalimantan Barat
  • Jawa Timur
  • Banten 

Insight Penting dari Dataset Smelter Indonesia 2026

1. Nikel Mendominasi Industri Hilirisasi Nasional

Lebih dari separuh smelter dalam dataset merupakan fasilitas pengolahan nikel.

Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.

2. Morowali dan Halmahera Menjadi Pusat Industri Mineral Baru

Dua kawasan ini berkembang menjadi pusat industri logam terbesar di Indonesia.

3. Smelter Bauksit Terus Bertambah

Larangan ekspor bauksit mentah mendorong pembangunan fasilitas alumina baru.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: