Indonesia merupakan negara dengan sektor pertanian yang mempunyai posisi strategis dalam perekonomian nasional. Di antara berbagai komoditas pertanian, padi memiliki peranan sangat penting karena berhubungan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan lahan sawah perlu diketahui, dipetakan, dipantau, dan dipertimbangkan dalam berbagai kegiatan pembangunan.
Pertumbuhan kawasan perkotaan, pembangunan jalan, kawasan industri, pertambangan, perkebunan, perumahan, serta berbagai proyek infrastruktur dapat menimbulkan perubahan penggunaan lahan. Tanpa informasi spasial yang memadai, proses perencanaan berpotensi menimbulkan konflik penggunaan ruang maupun konversi lahan pertanian.
Salah satu data geospasial yang sangat berguna untuk mendukung analisis tersebut adalah Shapefile (SHP) Peta Lahan Baku Sawah Nasional Seluruh Indonesia Skala 1:50.000 Update 2026 ATR/BPN.
Dataset ini menyediakan informasi lokasi dan batas polygon lahan sawah yang dapat digunakan dalam perangkat lunak Geographic Information System (GIS). Karena berbentuk data vektor polygon, pengguna tidak hanya dapat melihat persebaran sawah pada peta, tetapi juga melakukan berbagai analisis spasial seperti overlay, intersect, clip, spatial query, perhitungan luas, hingga analisis perubahan penggunaan ruang.
Apa Itu Lahan Baku Sawah?
Secara sederhana, Lahan Baku Sawah dapat dipahami sebagai informasi spasial mengenai keberadaan lahan yang diidentifikasi sebagai sawah dalam basis data pemetaan pemerintah.
Namun dalam penggunaan profesional, penting untuk memahami bahwa istilah Lahan Baku Sawah (LBS) tidak sebaiknya diperlakukan hanya sebagai informasi penggunaan lahan biasa.
Informasi mengenai sawah mempunyai hubungan dengan kebijakan pertanian, ketahanan pangan, tata ruang, pengendalian alih fungsi lahan, serta perlindungan lahan pertanian.
Karena itu, keberadaan suatu polygon LBS pada area rencana proyek dapat menjadi informasi penting dalam tahap awal kajian.
Sebagai contoh, perusahaan berencana membangun:
- kawasan industri;
- jalan akses;
- fasilitas logistik;
- perumahan;
- jaringan transmisi;
- kawasan komersial;
- fasilitas energi;
- atau infrastruktur lainnya.
Sebelum desain final ditentukan, batas proyek dapat dioverlay dengan Shapefile Lahan Baku Sawah.
Jika ditemukan overlap, tim proyek dapat melakukan kajian lebih lanjut terhadap status kawasan tersebut dan regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, GIS membantu mendeteksi potensi constraint sebelum perusahaan mengeluarkan biaya pembangunan yang jauh lebih besar.
Mengenal Shapefile Lahan Baku Sawah Nasional Update 2026
Shapefile Peta Lahan Baku Sawah Nasional Seluruh Indonesia Skala 1:50.000 Update 2026 ATR/BPN merupakan dataset berbasis polygon yang dapat digunakan untuk menampilkan persebaran lahan sawah dalam lingkungan GIS.
Berdasarkan attribute table yang dilampirkan, dataset memiliki karakteristik sebagai berikut:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama data | Peta Lahan Baku Sawah Nasional |
| Format | ESRI Shapefile (SHP) |
| Tipe geometri | Polygon |
| Cakupan | Indonesia |
| Skala dataset | 1:50.000 |
| Update dataset | 2026 |
| Sumber data | ATR/BPN |
| Kategori | Lahan pertanian/sawah |
| Informasi wilayah | Provinsi dan Kabupaten/Kota |
| Informasi luas | Tersedia pada atribut |
| Jumlah feature pada dataset yang ditampilkan | sekitar 142.551 polygon |
Jumlah feature yang besar menunjukkan bahwa area sawah direpresentasikan dalam banyak polygon individual sehingga pengguna dapat melakukan analisis spasial berdasarkan masing-masing feature.
Struktur Data Shapefile Peta Lahan Baku Sawah
Keunggulan Shapefile Lahan Baku Sawah Nasional
Beberapa keunggulan utama dataset ini adalah:
1. Cakupan Nasional
Dataset memungkinkan analisis lintas provinsi dan kabupaten/kota.
2. Format Polygon
Pengguna dapat melakukan perhitungan area dan overlay.
3. Memiliki Informasi Administrasi
Field provinsi dan kabupaten/kota memudahkan filtering.
4. Memiliki Informasi Luas
Field luas_polyg memberikan informasi kuantitatif per feature, dengan catatan satuannya perlu diverifikasi melalui metadata.
5. Mudah Digunakan di GIS
Shapefile dapat dibuka menggunakan berbagai perangkat lunak.
6. Mendukung Analisis Multi-Layer
LBS dapat dioverlay dengan berbagai data tematik.
7. Efektif untuk Screening Awal
Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi constraint sebelum melakukan studi detail.
Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?
Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :









Tidak ada komentar:
Posting Komentar