Indonesia memiliki salah satu ekosistem mangrove terpenting di dunia. Keberadaan mangrove bukan hanya berkaitan dengan konservasi lingkungan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam perlindungan garis pantai, penyimpanan karbon, habitat biota, perikanan, pengendalian abrasi, hingga perencanaan pembangunan di kawasan pesisir.
Dalam kegiatan pembangunan, keberadaan mangrove juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu diketahui sejak tahap awal. Rencana pembangunan pelabuhan, kawasan industri, jalan, pertambangan, smelter, jetty, terminal khusus, kawasan wisata, permukiman hingga berbagai proyek pesisir perlu mempertimbangkan kondisi tutupan mangrove di sekitar lokasi kegiatan.
Untuk melakukan analisis tersebut secara lebih akurat diperlukan data geospasial yang dapat menunjukkan lokasi dan distribusi mangrove secara spasial.
Salah satu dataset yang sangat berguna untuk kebutuhan tersebut adalah Shapefile (SHP) Peta Mangrove Indonesia Skala 1:25.000 Update 2026 KLHK.
Berdasarkan attribute table yang ditampilkan, dataset ini mempunyai tingkat detail yang sangat baik. Data terdiri dari sekitar 240.462 feature polygon dan dilengkapi informasi mengenai kelas mangrove, sumber citra, tahun pembuatan, instansi, kondisi pembentukan, wilayah DAS, fungsi kawasan hutan, provinsi, kabupaten/kota, serta informasi luas/geometri.
Hal yang menarik lainnya adalah informasi sumber data pada attribute table yang menunjukkan penggunaan citra SPOT 8 Tahun 2025–2026 dan Sentinel-2A Tahun 2026.
Dengan skala 1:25.000, dataset ini sangat menarik untuk analisis spasial yang membutuhkan detail lebih tinggi dibandingkan peta mangrove skala regional.
Mengenal Shapefile Peta Mangrove Indonesia Update 2026 KLHK
Dataset yang dibahas adalah:
Shapefile Peta Mangrove Indonesia Skala 1:25.000 Update 2026 KLHK
Beberapa karakteristik yang terlihat dari data adalah:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Tema | Peta Mangrove |
| Format | ESRI Shapefile (SHP) |
| Geometri | Polygon |
| Skala | 1:25.000 |
| Tahun data | 2026 |
| Sumber | KLHK |
| Jumlah feature | ±240.462 polygon |
| Sumber citra pada atribut | SPOT 8 2025–2026 & Sentinel-2A 2026 |
| Cakupan | Indonesia |
| Analisis utama | Mangrove dan wilayah pesisir |
Jumlah feature yang sangat besar menunjukkan bahwa data mangrove direpresentasikan dalam banyak polygon, sehingga memungkinkan analisis spasial yang jauh lebih detail.
Struktur Data Shapefile Peta Mangrove 2026
Keunggulan Shapefile Peta Mangrove Update 2026
Dataset ini mempunyai sejumlah keunggulan yang membuatnya sangat menarik untuk berbagai kebutuhan GIS.
1. Skala Detail 1:25.000
Skala 1:25.000 menjadi salah satu keunggulan paling penting.
Data dapat digunakan untuk screening dan analisis spasial yang lebih detail dibandingkan peta mangrove berskala kecil.
2. Update Tahun 2026
Data menunjukkan tahun pembuatan/pembaruan 2026, sehingga memberikan gambaran mangrove yang lebih mutakhir dibandingkan dataset lama.
3. Menggunakan Referensi Citra Terkini
Pada atribut tercantum:
SPOT 8 Tahun 2025–2026 dan Sentinel-2A Tahun 2026.
Informasi sumber citra meningkatkan transparansi terhadap basis data penginderaan jauh yang digunakan.
4. Bersumber dari KLHK
Data mempunyai sumber institusi pemerintah yang jelas sehingga lebih mudah digunakan sebagai referensi dalam berbagai kajian profesional.
5. Jumlah Feature Sangat Detail
Dataset mempunyai sekitar:
240.462 polygon.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya segmentasi spasial data dan memungkinkan analisis yang lebih terperinci.
6. Dilengkapi Informasi Administrasi
Tersedia informasi:
Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Ini memudahkan proses filtering dan analisis per wilayah.
7. Memuat Informasi Fungsi Kawasan
Adanya field fungsi kawasan memberikan nilai tambah yang sangat besar.
Pengguna dapat melihat konteks kawasan tempat mangrove berada.
8. Memiliki Informasi Kondisi Mangrove
Field seperti kttj dan remark memberikan informasi lebih dari sekadar keberadaan polygon mangrove.
9. Siap untuk Analisis GIS
Data dapat digunakan untuk:
Clip, Intersect, Union, Dissolve, Buffer, Spatial Join, Select by Location dan Calculate Geometry.
10. Mudah Dioverlay dengan Data Proyek
Ini merupakan keunggulan utama format SHP.
Batas proyek dapat langsung dibandingkan dengan sebaran mangrove untuk mengetahui potensi overlap.
Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?
Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :









Tidak ada komentar:
Posting Komentar