Shapefile (SHP) Peta Jaringan Jalan Seluruh Indonesia - Data Jalan Nasional, Jalan Tol, dan Jalan Non Tol

Infrastruktur jalan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Jalan berperan penting dalam:

  • Konektivitas antar wilayah,
  • Distribusi logistik,
  • Pertumbuhan ekonomi,
  • Pengembangan kawasan industri,
  • Hingga pemerataan pembangunan di Indonesia.

Dalam era transformasi digital dan pengembangan sistem geospasial nasional, kebutuhan terhadap data spasial jaringan jalan menjadi semakin penting. Salah satu dataset yang paling banyak digunakan oleh praktisi GIS, pemerintah, konsultan, dan perusahaan infrastruktur adalah:

Shapefile (SHP) Jaringan Jalan Seluruh Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial lengkap mengenai:

  • Jalan Tol Nasional,
  • Jalan Arteri,
  • Jalan Kolektor,
  • Jalan Lokal,
  • Jalan Lori,
  • Jalan Setapak,
  • Jalan Lain,
  • Jalan Kereta Api Jalur Tunggal dan Jalur Ganda,
  • Landasan Pacu Domestik, Internasional dan Perintis.

Dalam dataset ini terdapat tiga layer utama:
  1. Jaringan Jalan
  2. Jalan Tol Nasional
  3. Jalan Non Tol Nasional


Sumber Data: Kementerian PUPR

Dataset jaringan jalan nasional diterbitkan oleh:

  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.

Data ini merupakan update terbaru resmi dari PUPR

Digunakan secara luas untuk:

  • Perencanaan infrastruktur,
  • Monitoring jalan,
  • Pengembangan transportasi,
  • Dan analisis spasial nasional.

Pentingnya Data Jaringan Jalan

Jaringan jalan merupakan tulang punggung mobilitas nasional.

Tanpa data jalan yang akurat:

  • Pembangunan sulit direncanakan,
  • Distribusi logistik terganggu,
  • Dan analisis spasial menjadi tidak optimal.

Tiga Layer Utama dalam Dataset

Dalam dataset ini terdapat tiga shapefile utama:

LayerDeskripsi
Jaringan JalanSeluruh jaringan jalan
Jalan Tol NasionalJalan tol resmi nasional
Jalan Non Tol NasionalJalan nasional non tol

1. Shapefile Jaringan Jalan

Layer ini berisi:

  • Seluruh jaringan jalan utama.

Mencakup:

  • Jalan nasional,
  • Jalan provinsi,
  • Jalan kabupaten,
  • Dan konektivitas transportasi.

2. Shapefile Jalan Tol Nasional

Layer ini menampilkan:

  • Jaringan jalan tol resmi nasional.

Contoh:

  • Tol Trans Jawa,
  • Tol Trans Sumatera,
  • Tol Jakarta-Cikampek,
  • Dan jaringan tol lainnya.

3. Shapefile Jalan Non Tol Nasional

Layer ini berisi:

  • Jalan nasional non tol.

Biasanya:

  • Jalan arteri utama,
  • Jalur penghubung antar kota,
  • Jalur distribusi logistik nasional.

Insight Penting Shapefile Jaringan Jalan Indonesia

1. Jalan Menjadi Fondasi Konektivitas Nasional

Jaringan jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Indonesia.

2. Jalan Tol Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pengembangan jalan tol nasional meningkatkan efisiensi transportasi, mempercepat distribusi barang, dan mendukung kawasan industri strategis.

3. Data Jalan Sangat Penting untuk Tata Ruang

Shapefile jaringan jalan menjadi layer utama dalam:

  • RTRW,
  • RDTR,
  • perencanaan kawasan industri,
  • dan pengembangan wilayah.

Dataset Yang Bisa Anda Dapatkan


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia. Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu:

  • Lempeng Eurasia,
  • Lempeng Indo-Australia,
  • dan Lempeng Pasifik,

menjadikan wilayah Indonesia sangat rentan terhadap aktivitas gempa bumi.


Dalam konteks mitigasi bencana modern, penggunaan data spasial menjadi salah satu aspek paling penting untuk:

  • Identifikasi wilayah rawan,
  • Perencanaan pembangunan,
  • Pengurangan risiko bencana,
  • dan pengambilan keputusan berbasis geospasial.

Salah satu dataset geospasial paling penting terkait mitigasi gempa bumi di Indonesia adalah:

Shapefile (SHP) Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi resmi Badan Geologi

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Tingkat kerawanan gempa bumi,
  • Klasifikasi kawasan rawan,
  • Intensitas potensi guncangan,
  • Distribusi spasial wilayah terdampak,
  • hingga zona risiko kebencanaan nasional.



Sumber Data: Badan Geologi

Dataset ini diterbitkan oleh:

  • Badan Geologi,
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Merupakan update terbaru resmi dari Badan Geologi.

Data digunakan dalam:

  • Mitigasi bencana nasional,
  • RTRW,
  • Pembangunan infrastruktur,
  • Perencanaan kota,
  • Dan evaluasi risiko wilayah.

Pentingnya Data Kawasan Rawan Gempa

Data spasial gempa bumi sangat penting untuk:

  • mengurangi risiko korban,
  • meningkatkan kesiapsiagaan,
  • mendukung pembangunan aman bencana,
  • serta perlindungan infrastruktur.


Struktur Data Shapefile Kawasan Rawan Gempa Bumi

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. namobj

Nama objek atau deskripsi kawasan.

Contoh:

  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi kuat dengan skala intensitas lebih besar dari VIII MMI.
  • Kawasan berpotensi terkena goncangan gempa bumi dengan intensitas antara VII–VIII MMI.

Kolom ini menjelaskan:

  • tingkat intensitas guncangan gempa.

2. krbid

Kode identifikasi kawasan rawan bencana.

Contoh:

  • 202
  • 203
  • 204

Setiap kode mewakili:

  • tingkat kerawanan tertentu.

3. kelas

Klasifikasi tingkat kerawanan gempa.

Contoh:

  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Tinggi
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Menengah
  • Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Rendah

Ini merupakan atribut paling penting dalam dataset.

Penjelasan Kelas Kerawanan Gempa

1. Kawasan Rawan Gempa Tinggi

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan sangat tinggi,
  • potensi kerusakan berat,
  • risiko korban tinggi.

Biasanya:

  • dekat sesar aktif,
  • zona subduksi,
  • dan daerah tektonik aktif.

2. Kawasan Rawan Gempa Menengah

Wilayah dengan:

  • potensi guncangan sedang hingga kuat.

Kerusakan:

  • dapat terjadi pada bangunan tidak tahan gempa.

3. Kawasan Rawan Gempa Rendah

Wilayah dengan:

  • intensitas guncangan relatif lebih rendah.

Namun:

  • tetap memiliki risiko gempa.

Apa Itu Skala MMI?

MMI adalah:

Modified Mercalli Intensity

Digunakan untuk:

  • mengukur intensitas dampak gempa bumi berdasarkan efek di permukaan.

Contoh Intensitas MMI

Skala MMIDampak
I–IIILemah
IV–VISedang
VII–VIIIKuat
IX–XIISangat merusak

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Non Logam Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan sumber daya mineral terbesar di dunia. Selain mineral logam seperti emas, nikel, dan tembaga, Indonesia juga memiliki potensi mineral non logam yang sangat besar dan tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara.

Mineral non logam memiliki peranan penting dalam berbagai sektor industri, antara lain:

  • Konstruksi,
  • Keramik,
  • Semen,
  • Kaca,
  • Bahan bangunan,
  • Pupuk,
  • Kosmetik,
  • Hingga industri manufaktur modern.

Dalam era transformasi digital dan pemanfaatan data spasial, salah satu dataset geospasial paling penting untuk sektor pertambangan dan industri adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Non Logam Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Lokasi sumber daya mineral non logam,
  • Jenis komoditas,
  • Klasifikasi mineral,
  • Status kegiatan,
  • Potensi sumber daya,
  • Kualitas material,
  • Hingga referensi data eksplorasi.



Mengapa Mineral Non Logam Sangat Penting?

Mineral non logam menjadi fondasi berbagai sektor industri:

  • Pembangunan infrastruktur,
  • Properti,
  • Jalan,
  • Semen,
  • Kaca,
  • Keramik,
  • Hingga industri teknologi.

Tanpa mineral non logam:

  • Pembangunan modern tidak dapat berjalan.

Sumber Data: ESDM

Dataset berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan update terbaru resmi ESDM



Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Mineral Non Logam

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. jnskombl

Jenis komoditas mineral.

Contoh: Granit, Kaolin, Andesit, Feldspar, Basal, Lempung

2. lbunsurb

Lambang unsur atau singkatan komoditas.

Contoh:

  • Gr = Granit
  • Ka = Kaolin
  • Bs = Basal

3. kelkombl

Kelompok komoditas mineral.

Contoh: Bahan Bangunan, Bahan Keramik, Mineral Industri, Batu Mulia

4. lokasibl

Lokasi mineral non logam.

Contoh: Pulau Karimun, Desa Nyampar, Gunung Kijang Kawal

5. hipbl

Sumber daya hipotetik.

Menunjukkan estimasi awal potensi mineral.

6. trekabl

Sumber daya tereka.

Tingkat keyakinan rendah hingga menengah.

7. tjukbl

Sumber daya terunjuk.

Menunjukkan estimasi lebih detail.

8. tkurbl

Sumber daya terukur.

Memiliki tingkat keyakinan tinggi.

9. tkira

Kemungkinan sumber daya terkira.

10. tbukt

Sumber daya terbukti.

Kategori keyakinan tertinggi.

11. remark

Catatan tambahan.

Contoh:

  • kualitas material
  • kandungan kimia
  • karakteristik batuan

12. namobj

Nama objek mineral.

Contoh:

  • Granit Bukit Monnos
  • Andesit Gunung Kijang
  • Basal Desa Nyampar

13. statdikbl

Status kegiatan mineral.

Contoh: Survei Tinjau, Eksplorasi Rinci, Operasi Produksi

14. acuan

Referensi data.

Contoh:

  • APBN 2006
  • Neraca
  • PSDG 2005
  • laporan eksplorasi

Insight Penting Industri Mineral Non Logam

1. Infrastruktur Meningkatkan Permintaan

Pembangunan nasional meningkatkan kebutuhan:

  • batuan konstruksi,
  • semen,
  • keramik.

2. Mineral Industri Semakin Strategis

Karena:

  • industri manufaktur berkembang pesat.

3. GIS Menjadi Teknologi Utama Pertambangan Modern

Perusahaan kini sangat bergantung pada:

  • analisis spasial dan data GIS.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Logam Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sumber daya mineral logam terbesar di dunia. Kekayaan geologi Indonesia terbentuk dari aktivitas tektonik dan vulkanik yang sangat kompleks selama jutaan tahun, menghasilkan berbagai jenis mineral logam bernilai tinggi seperti:

  • Nikel,
  • Emas,
  • Tembaga,
  • Besi,
  • Mangan,
  • Timah,
  • Bauksit,
  • Kromit,
  • Hingga logam tanah jarang.

Dalam era transformasi digital pertambangan dan analisis berbasis data spasial, informasi mengenai persebaran sumber daya mineral logam menjadi sangat penting untuk:

  • Eksplorasi,
  • Investasi,
  • Tata ruang,
  • Evaluasi potensi tambang,
  • Pengawasan sumber daya,
  • Hingga pengambilan keputusan strategis.

Salah satu dataset geospasial paling penting yang digunakan saat ini adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Mineral Logam Indonesia

Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Lokasi mineral logam,
  • Jenis komoditas,
  • Klasifikasi mineral,
  • Kualitas mineral,
  • Status eksplorasi,
  • Referensi data,
  • Hingga informasi perusahaan.



Mengapa Dataset Ini Sangat Penting?

Karena data mineral logam menjadi fondasi utama dalam eksplorasi dan pengembangan industri pertambangan.

Dataset ini digunakan untuk:

  • Eksplorasi mineral,
  • Evaluasi ekonomi,
  • Investasi pertambangan,
  • Pengelolaan sumber daya,
  • Tata ruang,
  • Dan analisis geologi regional. 

Sumber Data: ESDM

Dataset ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Merupakan update terbaru resmi ESDM



Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Mineral Logam

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. jnskom

Jenis komoditas.

Contoh: Besi Laterit, Besi Primer

Menunjukkan : tipe mineral utama.

2. lbunsur

Lambang unsur kimia.

Contoh:

  • Fe
  • Fe La

3. kellgm

Kelompok mineral logam.

Contoh:

  • Logam Besi dan Paduan Besi

4. lokasilgm

Lokasi mineral logam.

Contoh: Pulau Gee, Sangaji, Tapunopaka

5. loghip

Volume logam hipotetik.

6. bjhtrka

Bijih terukur atau terkira.

7. logtrka

Logam terukur atau terkira.

8. bjhtjuk

Bijih terunjuk.

9. logtjuk

Logam terunjuk.

10. bjhtkur

Bijih tereka.

11. logtkur

Logam tereka.

12. bjhtkira

Bijih terkira.

13. logtkira

Logam terkira.

14. bjhtbkt

Bijih terbukti.

15. logtbkt

Logam terbukti.

Merupakan kategori dengan tingkat keyakinan tertinggi.

16. remark

Catatan tambahan.

Contoh:

  • Limonit-Saprolit
  • Kadar Fe
  • Magnetit dan hematit

17. namobj

Nama objek mineral.

Contoh:

  • Besi Laterit Sangaji
  • Besi Primer Air Bangis

18. statdiklgm

Status kegiatan mineral logam.

Contoh:

  • Operasi Produksi
  • Eksplorasi Rinci
  • Studi Kelayakan
  • Survei Tinjau

19. acuan

Sumber referensi data.

Contoh:

  • laporan perusahaan,
  • annual report,
  • laporan eksplorasi,
  • studi kelayakan.

 

Insight Penting Industri Mineral Indonesia

1. Indonesia Menjadi Pusat Industri Nikel Dunia

Terutama untuk baterai EV.

2. Mineral Strategis Semakin Bernilai

Karena transisi energi global.

3. GIS Menjadi Teknologi Utama Tambang Modern

Perusahaan tambang kini sangat bergantung pada spatial analytics.


Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Batubara Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia. Sumber daya batubara Indonesia tersebar di berbagai wilayah seperti:

  • Kalimantan,
  • Sumatera,
  • Papua,
  • Sulawesi,
  • hingga beberapa wilayah lainnya.

Batubara menjadi komoditas strategis nasional karena berperan penting dalam:

  • pembangkit listrik,
  • industri,
  • ekspor,
  • pertumbuhan ekonomi,
  • hingga ketahanan energi nasional.

Dalam era digital dan pengelolaan sumber daya berbasis data, salah satu dataset paling penting dalam sektor pertambangan adalah:

Shapefile (SHP) Peta Sumber Daya Batubara Indonesia resmi ESDM

 Dataset ini menyediakan informasi spasial mengenai:

  • Lokasi sumber daya batubara,
  • Klasifikasi sumber daya,
  • Kualitas batubara,
  • Status kegiatan,
  • Hingga informasi perusahaan dan referensi data.



Mengapa Dataset Ini Sangat Penting?

Karena data sumber daya batubara menjadi:

fondasi utama dalam industri pertambangan.

Dataset ini digunakan untuk:

  • Eksplorasi,
  • Investasi,
  • Evaluasi tambang,
  • Perencanaan produksi,
  • Pengawasan sumber daya,
  • Analisis ekonomi pertambangan.

Sumber Data: ESDM

Dataset ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan update terbaru resmi ESDM



Struktur Data Shapefile Peta Sumber Daya Batubara

Berikut atribut tabel data penting yang perlu anda ketahui.

1. lokasi

Menjelaskan: Lokasi administrasi sumber daya batubara.

Contoh : Desa, Kecamatan, Kabupaten

2. namobj

Nama objek sumber daya batubara.

Contoh : Batubara Bayah, Batubara Sawarna, Batubara Air Binai

3. trekdbb

Field penting terkait : Estimasi sumber daya batubara tertentu.

4. tjukbb

Total sumber daya kategori tertentu.

5. tkurbb

Menunjukkan : Kategori kualitas atau volume sumber daya.

6. totsdbb

Total sumber daya batubara.

7. tbuktlbb

Data pembuktian batubara.

8. totcadbb

Total cadangan batubara.

Field sangat penting dalam evaluasi ekonomi tambang.

9. remark

Catatan tambahan.

Contoh : RKAB 2016, Eksplorasi, Kualitas data

10. acuan

Sumber referensi data.

Contoh : Surat permintaan data, Dokumen perusahaan, Evaluasi potensi

11. statidbb

Status kegiatan batubara.

Contoh : Eksplorasi, Operasi produksi, Evaluasi potensi

12. klsbb

Klasifikasi kalori batubara.

Contoh : Kalori Rendah, Kalori Sedang, Kalori Tinggi

13. identasi

Jenis pengelola atau kepemilikan.

Contoh : Pemerintah, Swasta

Insight Penting Industri Batubara Indonesia

1. Indonesia Memiliki Cadangan Sangat Besar

Terutama:

  • Kalimantan dan Sumatera.

2. Kalori Batubara Indonesia Beragam

Mulai dari:

  • low rank coal hingga high calorific coal.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Peta Curah Hujan Seluruh Indonesia

Curah hujan merupakan salah satu parameter iklim paling penting dalam berbagai sektor pembangunan di Indonesia. Sebagai negara tropis dengan pola musim yang kompleks, Indonesia memiliki variasi curah hujan yang sangat tinggi antar wilayah. Beberapa daerah memiliki curah hujan ekstrem sepanjang tahun, sementara wilayah lainnya mengalami musim kering berkepanjangan.

Data curah hujan menjadi sangat penting dalam:

  • Pertanian,
  • Kehutanan,
  • Perkebunan,
  • Pengelolaan sumber daya air,
  • Mitigasi bencana,
  • Tata ruang,
  • Pertambangan,
  • Hingga analisis perubahan iklim.

Dalam era digital dan analisis berbasis data spasial, salah satu dataset yang paling banyak digunakan adalah:

Shapefile (SHP) Peta Curah Hujan Seluruh Indonesia

Pentingnya Dataset Curah Hujan

Data curah hujan sangat penting karena menjadi dasar dalam:

  • Analisis hidrologi,
  • Perencanaan drainase,
  • Analisis banjir,
  • Evaluasi kesesuaian lahan,
  • Mitigasi kekeringan,
  • Konservasi lingkungan.

Tanpa memahami pola curah hujan:

  • Pembangunan bisa berisiko,
  • Produktivitas pertanian menurun,
  • Potensi bencana meningkat.

Sumber Data: BMKG

Dataset ini berasal dari:

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan update terbaru resmi BMKG


Struktur Data Shapefile Peta Curah Hujan BMKG

Berikut merupakan atribut penting dari data shapefile ini.

1. crhhjn

Field paling penting.

Merupakan:

Klasifikasi curah hujan.

Contoh:

  • 1000 – 1500 mm
  • ≥ 5000 mm

Field ini menunjukkan:

  • Intensitas curah hujan tahunan.

2. namobj

Nama objek tambahan.

Biasanya:

  • Nama wilayah tertentu.

Penjelasan Klasifikasi Curah Hujan

Berikut contoh klasifikasi umum curah hujan di Indonesia.

Curah HujanKategori
< 1000 mmRendah
1000 – 1500 mmSedang
1500 – 2500 mmTinggi
2500 – 4000 mmSangat Tinggi
> 5000 mmEkstrem

Insight Penting dari Curah Hujan Indonesia

1. Indonesia Memiliki Variasi Curah Hujan Sangat Tinggi

Mulai dari:

  • Daerah semi kering
    hingga:
  • Wilayah hujan ekstrem.

2. Wilayah Pegunungan Memiliki Curah Hujan Tinggi

Karena:

  • Efek orografis.

3. Perubahan Iklim Memengaruhi Pola Hujan

Pola musim semakin:

  • Tidak menentu.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share:

Shapefile (SHP) Batas Wilayah Administrasi Provinsi Seluruh Indonesia – Update Terbaru 38 Provinsi Resmi Indonesia

Indonesia saat ini resmi memiliki 38 provinsi setelah adanya pemekaran wilayah terbaru di Papua. Perubahan administrasi ini menjadikan kebutuhan terhadap data geospasial batas wilayah provinsi semakin penting, terutama bagi:

  • Praktisi GIS,
  • Pemerintah,
  • Perusahaan,
  • Akademisi,
  • Konsultan,
  • Pengembang Web GIS,
  • Hingga sektor investasi dan tata ruang.

Salah satu dataset yang paling banyak digunakan adalah:

Shapefile (SHP) Batas Wilayah Administrasi Provinsi Seluruh Indonesia

Dataset ini menjadi fondasi utama dalam berbagai analisis spasial karena memuat batas resmi wilayah administrasi provinsi di Indonesia.

Indonesia Kini Memiliki 38 Provinsi

Salah satu perubahan terbesar dalam administrasi Indonesia terjadi pada tahun 2022

Ketika pemerintah resmi membentuk:

  • 4 Provinsi baru di Papua.

Dengan pemekaran tersebut, jumlah provinsi Indonesia berubah dari:

  • 34 Provinsi
    menjadi:
  • 38 Provinsi.

Daftar 4 Provinsi Baru Hasil Pemekaran Papua

Berikut provinsi baru yang resmi dibentuk pada tahun 2022:

Provinsi BaruDasar Hukum
Papua SelatanUU No. 14 Tahun 2022
Papua TengahUU No. 15 Tahun 2022
Papua PegununganUU No. 16 Tahun 2022
Papua Barat DayaUU No. 29 Tahun 2022



Provinsi Terbaru Indonesia: Papua Barat Daya

Provinsi termuda di Indonesia saat ini adalah:

Papua Barat Daya

Provinsi ini resmi menjadi:

  • provinsi ke-38 Indonesia.


Apa Saja Isi Data Shapefile Batas Provinsi?

Secara umum shapefile batas administrasi provinsi memiliki atribut seperti:

  • Nama provinsi,
  • Kode provinsi,
  • Luas wilayah,
  • Kode wilayah administrasi,
  • Sistem koordinat,
  • Metadata.

Insight Penting dari Pemekaran Provinsi

1. Papua Menjadi Fokus Utama Pemekaran

Pemekaran terbaru seluruhnya terjadi di:

  • wilayah Papua.

2. Fokus pada Pemerataan Pembangunan

Tujuan utama:

  • meningkatkan pelayanan publik.

3. Indonesia Masuk Era Administrasi Baru

Dengan 38 provinsi:

  • analisis spasial nasional berubah signifikan.

Dampak Pemekaran terhadap GIS

Pemekaran provinsi menyebabkan:

  • Perubahan boundary,
  • Perubahan kode wilayah,
  • Perubahan statistik,
  • Perubahan dashboard GIS.

Karena itu update shapefile administrasi menjadi sangat penting.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data Ini?

Kami menyediakan akses data ini secara terbatas untuk kebutuhan profesional dan akademis. Anda dapat menghubungi kami langsung atau menekan tombol download berikut :


Share: